ALITA, REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DAN PELUANG SUKSES ONLINE

Know more

Salah satu cara saya melepas penat karena aktifitas seharian adalah nyalain laptop di teras rumah ditemani kacang rebus dan segelas kopi hitam dengan gula 2 sendok lalu nonton film online.

Jujur, saya suka yang begini walaupun kadang juga naik ojol pergi ke XXI Plaza Ambarukmo yang jaraknya hanya 6,5 km dari tempat tinggal saya.

Jangan bilang saya pelit ngeluarin uang Rp. 45.000 untuk beli tiketnya, dab. Saya justru merasa merdeka banget dengan nyetreaming film sendiri di rumah.

Saking merdekanya saya bisa nonton 2-3 film dalam berbagai genre terutama science fiction dan adventure kegemaran saya, dalam sekali duduk.

Ya, tentu saja film-film yang tersedia bukan yang sedang running di bioskop, namun bisa dibilang rilisan baru juga. Nah, film terakhir yang saya tonton adalah Alita: Battle Angel

Film yang dibintangi Rosa Salazar, Christoph Waltz dan Mahershala Ali ini menarik untuk ditonton. Ratingnya juga cukup tinggi yakni 7.6 versi IMDb.

Robert Rodriguez sang sutradara mampu meramu alur cerita yang enak dan mudah dipahami didukung efek CGI yang canggih. 

Di luar aksi gedebak-gedebuk yang sangat menghibur, film ini memaksa pikiran saya melanglang jauh ke ke masa depan dengan berbagai pertanyaan mendasar.

Mungkinkan akan seperti itu gambaran masa depan kelak, di mana Industri digerakkan oleh teknologi dengan interface robot canggih. Manusia pun hidup, berinteraksi dan berkomunitas dengan robot-robot canggih berteknologi AI.

Seperti itukah ?

DARI SEBUAH ANGGAPAN “KEMUSTAHILAN”

Iya dab,
Kalau mencermati trend dari waktu ke waktu, menurut saya apa yang digambarkan dalam film Alita ini tidak mustahil akan terjadi di masa depan.

Sampeyan pasti ingat kontroversi ketika Neil Amstrong ke bulan. Saat itu pun banyak orang yang menafikannya, ya ‘gak sih?

Namun, terlepas dari kontroversi benar tidaknya Neil Amstrong sampai ke bulan sebagaimana digambarkan secara melodik oleh grup qosidah Nasida Ria dalam lagunya “Suara Adzan di Bulan”,  tapi toh itu terjadi juga pada akhirnya.

Bahkan bukan hanya ke bulan kan, karena faktanya manusia telah menjelajah ke planet-planet lain dan membangun infrastruktur di langit sana.

Di sisi lain, siapa sih yang bakal menyangka kalau “kecemburuan” Amerika terhadap Uni Soviet (Rusia) karena sukses meluncurkan wahana luar angkasa Sputnik (1957), akhirnya justru menemukan teknologi internet lewat project ARPA (1982).

Saya pikir kita pun sama-sama sepakat kalau internet inilah penemuan manusia paling revolusioner yang mampu mengubah peradaban.

Merasa ‘gak sih kalau dunia yang besar ini seperti mengecil bak perkampungan besar, nyaris tanpa limitasi geografis (Borderless World). Saat ini itu kita hidup saling terkoneksi dalam sebuah jaringan global. ‘gak ada satu entitas pun yang tersembunyi. 

Dan, dengan internet ini pula peradaban dunia sampai di pintu gerbang Revolusi Industri yang saat ini telah memasuki level 4.0. Apa itu, apa dampak dan peluangnya ?

astronot

REVOLUSI INDUSTRI 4.0, APA ITU ?

Ya. Internet memang telah menghantarkan kita hingga di ambang perubahan besar dalam perjalanan peradaban manusia dengan apa yang disebut Revolusi Industri 4.0.

Revolusi Industri ini menjadi salah satu isu global paling populer dalam satu dekade belakangan ini.

Saking populernya, sampai detik ini semakin diperbincangkan dan diulas oleh berbagai kalangan baik pemerintah maupun akademisi dalam kegiatan seperti simposium, diskusi, seminar dan sejenisnya. 

Notulensi diskusi tersebut memang sangat dinanti oleh dunia karena diharapkan mampu memperkaya pemahaman dan menghadirkan solusi untuk menghadapi kondisi perubahan.

Nah, bicara tentang Revolusi Industri 4.0 mau tak mau bicara tentang kondisi perubahan jaman yang diyakini akan berjalan secara radikal dan besar-besaran. Perubahan ini secara fundamental akan mengubah cara hidup, cara bekerja, dan cara bekerja dalam lingkup domestik maupun mondial.

POINTER
Revolusi Industri 4.0 dapat dipahami sebagai sebuah tren otomasi dalam teknologi manufaktur di mana akan terjadi integrasi antara teknologi internet dengan industri.

Sebenarnya ada banyak referensi yang dapat membantu kita memahami Revolusi Industri 4.0 ini.

Tapi kalau disimpulkan, Revolusi Industri 4.0 dapat dipahami sebagai sebuah tren otomasi dalam teknologi manufaktur di mana akan terjadi integrasi antara teknologi internet dengan industri. 

Namun, agar bisa mendapatkan pemahaman yang lebih baik serta dapat membedakan apa yang terjadi di dalamnya, kita memang harus memahami dulu apa yang terjadi dengan revolusi-revolusi industri sebelumnya, dab.

Nah, secara garis besar dapat saya gambarkan seperti ilustrasi berikut ini.

Perjalanan Revolusi Industri

Kalau dilihat dari ilustrasi di atas, siber fisik dan kolaborasi manufaktur yang dimaksudkan memuat komponen-komponen dasar yang merupakan pengembangan dari Revolusi Industri 3.0.

Diantaranya adalah konektivitas untuk memperoleh dan mengolah data (big data analytics), otomatis perangkat jaringan, IoT, komputasi awan dan keamanan cyber.

element industri 4.0

PASTI ADA DAMPAK

Ya. Pasti ada dampak, dab.
Bila analisa para ahli benar bahwa Revolusi Industri 4.0 adalah kondisi di mana teknologi informasi (internet) dan teknologi operasional menjadi cara baru bagi perusahaan untuk saling terhubung, maka tak dapat dipungkiri kalau kondisi ini akan membawa bebagai dampak terutama pada struktur ekonomi dunia.

Dalam bayangan saya, karena revolusi Industri 4.0 esensinya adalah merevolusi proses manufaktur maka salah satu yang paling terdampak adalah sektor ketenagakerjaan.

Di banyak negara, munculnya revolusi industri 4.0 ini memang sangat ditakuti oleh para pekerja. Sampeyan pasti tahu itu.

Terlebih lagi kalau menengok realitas di beberapa negara maju yang sudah banyak menggunakan robot sebagai pengganti para pekerja.

Singapura misalnya, negara tetangga kita ini sudah mulai menggunakan robot untuk menggantikan pembantu rumah tangga maupun sebagai pelayan di hotel. Ini seperti yang dilakukan oleh M Social Hotel Singapura dengan AURA, robot unik pelayan kamar.

Begitu pula di Jepang, Korea Selatan, Amerika dan negara-negara maju di Eropa.

Di negara kita saja walaupun robot belum begitu familiar, namun untuk beberapa sektor pun sudah mulai bergerak ke arah itu. 

Contoh nyatanya adalah penggunaan uang elektronik (e-money) yang tidak hanya bisa digunakan untuk pembayaran toll tetapi juga untuk belanja. Begitu pula dengan penggunaan aplikasi ovo untuk membayar parkir.

Nah, bayangkan saja deh berapa banyak tenaga kerja manusia yang sudah tergantikan dengan teknologi ini.

robot

BUT, BE HAPPY !
ADA JUTAAN PELUANG BARU AKAN TERCIPTA

Ya, walaupun Revolusi Industri 4.0 diprediksi berdampak pada struktur ekonomi terutama masyarakat kelas pekerja, namun revolusi industri ini membawa berbagai peluang baru yang menjanjikan khususnya yang berbasis digital.

Saya sendiri sangat antusias dan termotivasi dengan prediksi World Economic Forum yang mengatakan bahwa disamping terjadi perubahan pada 75 hingga 375 juta pekerjaan, di sisi lain juga akan memunculkan tak kurang dari 133 juta jenis pekerjaan baru sebagai hasil dari perkembangan teknologi.

Artinya, Revolusi Industri 4.0 ini menjadi awal dari hal baru dan akan menciptakan potensi pemberdayaan individu dan masyarakat serta menghadirkan peluang baru bagi ekonomi, sosial, maupun pengembangan diri pribadi.

POINTER
Revolusi Industri 4.0 menjadi awal dari hal baru yang akan menciptakan potensi pemberdayaan individu dan masyarakat serta menghadirkan peluang baru bagi ekonomi, sosial, maupun pengembangan diri pribadi.

Fenomena yang terjadi, orang-orang muda yang tidak lagi bekerja di kantor sekarang pun mulai bekerja hanya dengan bermodalkan internet dan peralatan digitalnya, seperti untuk berjualan online, desain, penulis artikel lepas, video editing dan sebagainya, di mana saja dan kapan saja.

Fenomena ini pun sudah terjadi di berbagai negara termasuk Indonesia, kayaknya saya juga salah satu yang telah masuk dalam fenomena ini.

#BuildSuccessOnline SALAh SATU SOLUSI TERBAIK

Tak ada satu pun entitas yang tidak tersentuh perubahan besar-besaran dalam Revolusi Industri 4.0 ini, dab.

Terkesan mengerikan memang namun seperti yang telah saya singgung di atas, sebenarnya revolusi industri ini membuka peluang baru yang tak terbatas dan lebih menjanjikan khususnya yang berbasis digital.

Setiap orang mempunyai peluang yang sama untuk survive dan meraih sukses, bahkan menjadi pengusaha yang sukses. Yang membedakannya adalah pada cara, sikap dan kekreatifitasan dalam memaknai perubahan yang akan terjadi. Kenapa ? Ya karena hanya kreatifitas yang tak tergantikan oleh mesin.

Simpelnya, ketika kehidupan menjadi sangat dipengaruhi oleh teknologi yang berjalan pada sistem jaringan internet, maka kesuksesan pun bisa didapat dengan membangun bisnis yang tak jauh-jauh dari sistem online.

POINTER
Ketika kehidupan menjadi sangat dipengaruhi oleh teknologi yang berjalan pada sistem jaringan internet, maka kesuksesan tersebut pun bisa didapat dengan membangun bisnis yang tak jauh-jauh dari sistem online.

Jadi, sebuah platforms bisa menjadi kunci sukses di era ini, apapun bentuknya.

Ya, apapun itu bentuknya. Terlebih lagi platform yang dibutuhkan oleh industri, berhubungan dengan jasa dan berbagai hal yang running lewat jaringan.

Saya yakin sampeyan juga tahu, kan dab.

Design

Nah, saya sendiri sangat antusias merebut peluang untuk sukses online dari sekarang. Apa yang terpikirkan oleh saya ?

Selain jual beli online, terpikirkan oleh saya untuk membangun bisnis dalam bidang layanan jasa desain dan printing via jaringan internet.

Ya. Saya paham itu tidak mudah dan membutuhkan kerja keras karena harus memulai dari dasar serta bersaing dengan yang sudah hadir lebih dulu.

Lain dari pada itu, karena menggunakan platform online maka satu yang tak boleh ditawar tentu saja adalah paltform online tersebut harus memiliki Hosting Terbaik.

Sudah banyak referensi saya baca. Poinnya bahwa hosting terbaik menjadi faktor penentu bila ingin sukses online karena menjamin kecepatan loading sebuah paltform (situs).

Sebagai orang newbie yang sedang memasuki kehidupan online, memang tidak mudah bagi saya memilih di antara berbagai pilihan dan tawaran yang ada.

Namun kalau harus memilih, saya akan memilih hosting yang mempunyai infrastruktur dan teknologi terkini, salah satunya adalah server yang dipergunakannya. 

AKHIR TULISAN

Sebagai akhir tulisan, saya hanya menegaskan bahwa satu hal yang sudah pasti adalah kita sudah berada di pintu gerbang Revolusi Industri 4.0.

Sebuah revolusi yang membawa perubahan jaman dan peradaban secara fundamental seperti gambaran dalam film Alita: Battle Angel yang saya tonton.

Perubahan ini diyakini oleh pihak akan berjalan secara radikal dan besar-besaran dan tak ada satu entitas apapun yang akan terlewati.

Selain itu, perubahan ini pun akan terus berjalan tanpa menunggu kemampuan atau ketidakmampuan kita meminimalisir dampak yang akan terjadi.

Menurut saya, hanya mereka yang kreatif, memiliki soft skill serta mampu memanfaatkan peluang dengan baik yang akan survive dan menang.

Matur nuwun, dab. Saya pamit. Eh, sampeyan sudah nonton film Alita: Battle Angel atau belum sih?

soft skill

Pin It on Pinterest