Australia, Benua Kecil yang (Hampir) Saya Kunjungi

Australia merupakan salah satu negara tujuan wisata terbaik yang banyak diminati wisatawan Indonesia dan dunia.  Beberapa alasannya adalah Australia ini tidak terlalu jauh dari Indonesia serta menawarkan destinasi wisata yang menarik dan menakjubkan.

Tidak hanya melulu untuk berlibur, urusan lain seperti pendidikan, bisnis, dan kesehatan menjadi alasan kenapa negara kangguru ini banyak dipilih orang Indonesia untuk dikunjungi.

Enam tahun lalu, saya hampir saya menginjakkan kaki di benua terkecil di dunia ini bersama rombongan berjumlah 25 orang yang terdiri dari manajemen dan branch manager perusahaan tempat bekerja saya dulu.

Ketika diumumkan oleh perusahaan kalau saya masuk dalam rombongan tersebut, saya sudah membayangkan bisa melihat Opera House Sydney dan Harbour Bridge yang ikonik dari dekat, seluncur di atas pasir di Moreton Island, menelusuri kawasan The Rock dengan bangunan-bangunan kuno saksi sejarah kolonialisme di Australia dan sebagainya.

Namun sayang sekali, beberapa hari setelah diumumkan, trip ke Australia tersebut dibatalkan oleh perusahaan. Penyebabnya adalah isu penyadapan telepon para pejabat tinggi republik ini oleh Australia yang sempat menggegerkan publik saat itu.

Dampak dari isu tersebut hubungan Indonesia-Australia memang sempat “memanas”. Australia bahkan mengeluarkan travel warning bagi warganya yang hendak berkunjung ke Indonesia.

Namun, mengingat trip reward perusahaan ini adalah “ritual” tahunan, maka perusahaan tetap memenuhinya. Hanya saja destinasinya diubah dari Australia ke Malaysia.

Hikmahnya, perusahaan malah memberi uang saku lumayan banyak dan cukup untuk dihabiskan di Sungai Wang, Bukit Bintang, Malaysia.

Image1

Malaysia

Dokumentasi Pribadi

Kenapa Australia dan Tempat Manakah yang Ingin Saya Kunjungi Kalau ke Sini ?

Asa untuk nge-trip ke Australia memang tetap tersimpan rapi dalam sanubari. Siapa tahu suatu saat kelak saya benar-benar bisa menginjakkan kaki ke benua yang konon di temukan oleh pelaut asal Inggris, Kapten James Cook, pada era 1700-an ini.

Ya. Selain Singapura, Thailand, Malaysia, dan Jepang, Australia adalah destinasi wisata favorit para wisatawan Indonesia. Dari 5 destinasi wisata tersebut, Jepang dan Australia-lah yang belum pernah saya kunjungi.

Kenapa Australia ? 

Ada beberapa alasan rasional kenapa Australia, namun 3 (tiga) hal berikut ini yang menjadikan Australia masuk dalam list kunjungan wisata saya.

Pertama, lokasinya tidak terlalu jauh dari Indonesia dengan penerbangan membutuhkan waktu sekitar 10 jam dari Jakarta.

Selain lokasinya yang dekat dengan Indonesia, tiket penerbangan ke Australia juga jauh lebih ekonomis ketimbang ke Eropa dan Amerika.

Kedua, Australia menyuguhkan banyak keindahan bagi para pelancong dari mulai pantainya (Manly Beach, Bells Beach, Lorne Beach, Harbour Bridge, Darling Harbour), mempunyai wahana permainan dan atraksi kelas dunia, punya kekayaan budaya dan fauna yang memesona, Jalur roadtrip yang mengesankan dan lain sebagainya.

Ketiga,  Australia adalah salah satu negara yang bersih dan teratur di dunia. Hal ini saya dengar sendiri dari cerita Hafidz, tetangga saya yang dulu pernah bekerja sebagai Chief di Sydney sebelum mendirikan usaha kuliner sendiri di Jogja.

“Australia itu negara yang menerapkan budaya bersih dan teratur. Pelancong yang ke Australia akan merasa tenang dan nyaman ke mana pun mereka bepergian.” Begitu kata dia. 

Terlepas dari 3 (tiga) hal di atas, saya dari dulu memang membayangkan. Kalau ada kesempatan ke negeri Kangguru ini, maka saya pasti akan mengunjungi tempat-tempat berikut ini.

1

Menikmati Pemandangan Indah Opera House Sydney dan Harbour Bridge

Opera House yang mempunyai pemandangan indah ini adalah salah satu ikon kota Sydney yang pasti saya kunjungi kalau ke Ausie.

Kalau di Jogja mungkin saja seperti tugu Jogja begitu. Jadi, gedung opera yang berada di 480 Elizabeth St, Sydney, New South Wales 2000, Australia, adalah sebuah “sign” atau “marka”.

Artinya belum afdhol ke Australia kalau belum foto-foto dengan latar belakang gedung opera yang dikelola oleh Opera House Trust dan menjadi markas bagi Opera Australia, Sydney Theatre Company dan Sydney Symphony Orchestra ini.

Lebih-lebih gedung opera yang desainnya didapat dari sebuah kompetisi yang dimenangkan oleh Jørn Utzon dari Denmark pada tahun 1955 ini telah masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2007 lalu.

Selain Opera House, destinasi ikonik lain yang ini saya “lihat dari dekat” adalah Harbour Bridge.

Jujur saya penasaran dengan jembatan lengkung sepanjang 1.149 meter yang konon di bangun selama 8 tahun dan menjadi jembatan dengan baja terpanjang di dunia ini.

Jembatan ini nampak gagah banget dalam flash scene film Mission Impossible 2-nya Tom Cruise. Kegagahannya itu serasa “kawin” banget dengan keanggunan Opera House yang berada tak jauh dari situ dan sama-sama berada dalam area Sydney Harbour.

Foto-foto di sini, pasti! Menikmati pemandangan indah siang dan malam hari, pasti juga! Melihat atraksi bridge clim, Ya kalau kebetulan ada. Entah apa apalagi. Entar saya ceritain kalau sudah sampai sini.

2

Mengunjungi “The Rocks”, Suasana kota Sydney di Tempoe Doeloe

“Kalau jelong-jelong ke Australia jangan lupa mengunjungi kawasan “The Rock”. Dijamin kamu akan mendapatkan pengalaman seperti terdampar di Sydney tempo dulu,” Begitu kata Hafidz.

Apa iya ? Ini yang membuat saya penasaran. Seperti apakah sebenarnya kawasan “The Rocks” ini

Membaca beberapa literatur, ternyata Kawasan The Rocks adalah kawasan tertua di Sydney yang merupakan koloni pertama dan tempat pengasingan para kriminal dari Inggris di Australia (era tahun 1800).

Kawasan ini memang berbeda dengan kawasan kota Sydney yang lebih metropolitan. Ditengah perkembangan gedung-gedung modern, kawasan ini masih mempertahankan bangunan klasik bernilai sejarah. Bisa jadi ini yang dimaksud “Tempoe Doeloe.

Kalau mau dibandingkan, The Rocks ini bisa jadi seperti kawasan wisata Kotagede Jogja yang mempunyai lebih 170 bangunan kuno berarsitektur unik yang dibangun dalam rentang waktu tahun 1700 hingga 1930-an.

Inilah kenapa The Rocks ini salah satu destinasi wisata yang ingin saya kunjungi bila ke Australia. Jujur, saya memang suka mengunjungi tempat-tempat wisata seperti ini karena bisa mengekplorasi peradaban masa lampau sebuah wilayah.

Nampaknya The Rocks yang hanya 10 menit perjalanan dari Opera House ini menyuguhkan sudut-sudut kota yang menarik untuk dijadikan obyek foto dan video yang instagramable.

Sedaplah ! 

 

The Rock kawan tertua di Sydney dan menyimpan sisi kelam
kota Sydney di masa lampau
Salah satu banguan di kawasn The Rocks
3

Seharian Berpetualang di Moreton Island

Tempat ketiga yang pasti saya kunjungi kalau ke Australia adalah Brisbane di negara bagian Queensland. Ngapain ?

Saya tertarik berseluncur di atas pasir Tangalooma desert yang berada Moreton Island.  Pasti menjadi pengalaman seru dan mengasikkan.

Ya. Sebenarnya tempat seperti ini ada di Indonesia. Taruhlah seperti di Gumuk Parangkusumo, Bantul, Yogyakarta, yang berjarak satu jam perjalanan dari tempat tinggal saya.

Namun yang membedakan, Moreton ini adalah sebuah pulau. Dengan sendiri harus naik kapal ferry untuk ke tempat ini. Selain itu Tangalooma desert mempunyai coverage area padang pasir yang luas di banding Parangkusumo.

Tentu saja sensasinya berbeda.  

4

Uji Nyali Naik “THE CLAW” (Giant Frisbee) di Dreamworld Theme Park Gold Coast

Sejauh ini, wahana “uji nyali” yang pernah saya coba adalah Bungee Jumping saat di Bali beberapa waktu lalu.

Walaupun Bungee Jumping ini sudah membuat jantung seperti mau copot, namun “kengerian” permainan ini ternyata masih disaingi oleh The Claw (Gian Frisbee) yang ada di Dreamworld Theme Park, Gold Coast, Ausie.

Entah bagaimana sensasinya bila tubuh diputar-putar dan diayun ke udara dengan kepala berada di bawah seperti mau jatuh pada ketinggian hingga 27 meter dan dengan kecapetan mencapai 75 km / jam.

Okelah. Bisa jadi saya akan mual, pusing dan huak-huek seperti perempuan ngidam. Tapi saya selalu penasaran mencoba berbagai wahana ekstrem, termasuk menaiki The Claw ini.

Ya, menguji nyali dengan menaiki wahana ini pasti akan saya lakukan bila berkesempatan ke Australia. Saya pasti nyesel kalau tidak mencobanya. Apalagi seperti di Indonesia belum ada. 

Bener, ‘gak sih kalau di negara +62 ini belum ada ?

 

5

Melihat Keseruan Atraksi Stunt Driver Film Hollywood di Movie World

Di Gold Coast, wahana uji nyali seperti yang ada di Dreamworld Theme Park ternyata juga ada yakni di Movie World By Fire4hire One Way Theme Park Transfer.

Kalau dilihat di website, wahana uji nyali di sini juga tak kalau “dahsyat” dibanding di Dreamworld. Tengok saja seperti Doomsday Destroyer, Dc Rivals Hypercoaster, Arkham Asylum Coaster, Batwing Spaceshot, dan lain sebagainya.

Namun kalau ke tempat ini, mungkin saya tidak akan mencoba wahana itu tetapi ingin melihat pertunjukan menarik bertemakan film dan melihat aksi para action figure seperti Loneey Tunes, Batman, Superman, The Flazz 4D dan lain-lain secara live.

Satu hal yang ini saya coba adalah duduk di samping stunt driver yang ngedrift seperti yang ada di film-film Holywood. 

I believe it will be an exciting and memorable journey!

Ke Australia, Saya Pilih yang Halal-Halal Saja Biar Berkah

Namun, Australia itu bukan negara muslim tetapi negara dengan budaya internasional yang beragam. Tentu saja segala bentuk budaya dan kebiasaan ada di sini.

Maka penting bagi saya untuk memilih paket wisata halal agar “tak tersesat jalan”. Apa itu wisata halal ?

Wisata halal adalah wisata muslim friendly atau ramah bagi wisata muslim. Artinya perjalanan wisata berorientasi pada kemaslahatan umum serta sesuai dengan tuntunan syariah untuk kesalamatan dunia dan akhirat. 

Wisata halal ini merujuk pada pemilihan atau penggunaan fasilitas-fasilitas pariwisata yang ramah bagi umat muslim seperti penginapan yang menyediakan fasilitas tempat salat dan toilet yang ramah muslim.

Selain itu adanya pemisahan dan penandaan antara makanan halal dan haram, pemisahan minuman beralkohol dengan yang tidak, serta menghindari mengunjungi tempat-tempat yang berpotensi terjadinya hal-hal negatif dan tempat-tempat yang mengancam jiwa (Islamofobia misalnya).

Bagi saya sih simpel saja bahwa yang halal itu pasti lebih baik dan berkah untuk kehidupan di dunia dan akhirat. Seperti itu.

Maka, penting bagi saya untuk memilih paket wisata halal agar tidak terjadi hal-hal yang nyaris “menyesatkan” seperti ketika saya nge-trip ke Thailand beberapa tahun lalu.

Seiring dengan menguatnya pemahaman wisata halal lima tahun belakangan, saat ini ada banyak sekali agen-agen atau biro perjalanan wisata nasional yang menawarkan paket wisata halal ke Australia.

Nah, ketika googling dengan memasukkan kata kunci WISATA HALAL AUSTRALIA, saya menemukan Cheria Holiday (www.cheria-travel.com) yang muncul di halaman pertama mesin pencarian google. Ah, ini keren dan bisa menjadi referensi, pikir saya.

Cheria Holiday, Sesuai Ekspektasi Saya !

Setelah saya mengunjungi website Cheria Holiday yang beralamatkan di www.cheria-travel.com, saya menemukan beberapa fakta menarik tentangnya. Fakta-fakta ini berujung pada kesimpulan bahwa Cheria Holiday adalah biro perjalanan wisata halal yang sesuai ekspektasi saya. 5 (lima) fakta berikut ini di antaranya.

01

Menyediakan Paket Wisata Halal Australia ke Tempat-Tempat yang Saya Mimpi-Mimpikan dari Dulu

Cheria Holiday menyediakan paket perjalanan wisata halal Australia yang saya mimpi-mimpikan dan telah saya urai di atas seperti mengunjungi Opera House, Harbour Bridge, Kawasan The Rocks, Moretan Island, Dreamworld Theme Park dan Movie World Gold Coast.

Bahkan dalam paket tersebut juga scheduled mengunjungi destinasi-destinasi wisata populer lain yang seru dan mengasikkan.

02

Legal dan Berpengalaman

Cheria Holiday telah berpengalaman hampir 10 tahun (berdiri tahun 2012), memiliki reputasi baik (review & testimoni positif) serta menjadi salah satu leader dalam industri perjalanan wisata di Indonesia.

Selain itu, Cheria Holiday itu perusahaan tour dan travel legal (resmi) bukan “kaleng-kaleng”. Ini ditunjukan dengan berbagai legalitas yang dimilikinya.

  • BPW SIUP : 2365/2012 kategori biro resmi perjalanan wisata halal di Indonesia
  • TDP 36/2014 Tanggal 7 Januari 2013 Dinas Pariwisata DKI Jakarta
  • Member International Air Transport Association (IATA) dengan Nomor 15314132
  • Agen Barokah Madinah Tour & Travel izin resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia pada tanggal 20 Juli 2016 dengan nomor 368 tahun 2016.

03

Salah Satu Biro Perjalanan Wisata Halal Terbaik dan Berprestasi di Indonesia

Selain legal, Cheria Holiday juga salah satu figur biro perjalanan wisaya terbaik dan berprestasi di Indonesia. Ini ditunjukan dengan diterimanya berbagi penghargaan bergengsi baik nasional maupun internasional, seperti :

  • Penghargaan Peringkat 3 terbaik di 2 (dua) kategori sekaligus yakni sebagai Biro Perjalanan Wisata Halal Terbaik dan Website Travel Ramah Wisatawan Muslim Terbaik dalam ajang kompetisi pariwisata halal nasional 2016 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia
  • International Awards daari pemerintah China untuk Program Wisata Muslim China pada tahun 2019

04

Memiliki Produk Tour Halal Terlengkap Baik Domestik Maupun Internasional

Tak hanya wisata halal ke Australia, Cheria Holiday juga mempunyai berbagai paket perjalanan wisata halal ke berbagai negara untuk personal, corporate atau grup.

Sebut saja seperti Tour Halal ke Dubai,Korea, Malaysia-Singapore, Jepang, Hongkong, Halal Beijing, Spanyol, Maroko, Turki, Uzbekistan, Halal Eropa dan Mesir, serta produk-produk perjalanan wisata halal domestik.

Selain itu, Cheria Holiday juga menyediakan layanan-layan terkait lainnya. 

05

Mempunyai Program Dana Talangan Syariah untuk Tour Wisata, Umroh dan Haji

Yang menarik, ternyata Cheria Holiday juga membantu para millenial yang ingin melakukan perjalanan wisata namun memiliki dana yang belum cukup yakni dengan Program Dana Talangan Perjalanan Wisata.

Program menarik ini bekerja sama dengan CIMB Niaga Syariah Gold Card dan dicicilan dengan bunga 0% dan tenor mulai 6 hingga 12 bulan, bahkan dapat cashback s/d Rp. 500.000.

Program ini dapat digunakan untuk seluruh transaksi pembelian Tour Muslim, Umroh, Tiket dan Visa di Cheria Halal Holiday dengan minimal transaksi 5 Juta Rupiah.

Akhirnya sampai pada akhir tulisan.

Terima kasih telah meluangkan waktu membaca artikel berjudul “Australia, Benua Kecil yang (Hampir) Saya Kunjungi” ini.

Ya. Australia memang hampir saya kunjungi kalau saat itu tidak muncul gejolak politik dengan republik ini saat itu. Tetapi, saya masih menimpan asa untuk sampai di benua kecil ini dan mengunjungi 5 (lima) destinasi wisata yang saya mimpi-mimpikan sejak dulu.

Kalau kesempatan itu datang, saya pasti memilih mendatanginya dengan cara halal agar mendapat manfaat dan keberkahan.

Tentu saja yang pertama saya lakukan adalah memilih biro perjalanan wisata yang menawarkan paket Wisata Halal Australia seperti Cheria Holiday yang telah berpengalaman hampir sepuluh tahun.

Semoga bermanfaat, Saya pamit !

Lomba Blog Cheria Holiday #9 2019

Mau API Key

DIVI

Life Time ?

Ya, mau !

Tunggu Dulu, Teman.

Mohon Kerendahan Hati Teman-teman

Artikel Saya di Writing-contest.bisnis.com

UNTUK BANTU NGE-VOTE

MASIH ADA YANG KURANG, NIH !

Vote Artikel &Thanks