Digital Marketing Life Hacks

Menjaga Dapur Selalu Ngebul di Era Digital dengan Website

S alah satu fenomena menarik gegara kemajuan teknologi informasi dan digital seperti saat ini adalah perubahan cara pandang orang dalam hal bagaimana ia harus hidup, bekerja dan mendapatkan uang.

Sebelum internet sepopuler sekarang, orang bekerja selalu diidentikkan mesti keluar rumah, pakai baju masuk, bersepatu mengkilap, nenteng tas, berangkat pagi dan pulang sore hari. Kalau enggak seperti itu maka orang-orang akan menganggapnya pengangguran.

Di tahun pertama memasuki dunia online setelah “lulus” dari perusahaan tempat saya bekerja dulu, saya pun tak lepas dari anggapan itu. 

Ya, menjadi agen beberapa produk lokal yang saya jual secara online melalui facebook, instagram dan platform jual-beli online saat itu, secara teknis aktivitas saya memang nyaris tak kelihatan di mata tetangga.

Waktu lebih banyak saya habiskan di depan laptop dan hanya sesekali keluar rumah untuk bersosialisasi dengan tetanggan seperti pengajian, kerja bhakti atau ronda malam. 

Karena itu pula sampai-sampai ada tetangga dekat yang “merasa prihatin” dan mengirimi makanan atau sembako sebagai bentuk empati kepada saya yang (mungkin) dianggapnya “pengangguran”

Tetapi begitulah hidup di kampung. Saya merasa beruntung karena tinggal dalam lingkungan yang guyup rukun dan masih mengedepankan rasa belas kasih dan tolong menolong, di saat hal ini mulai memudar karena perubahan jaman.

Untuk menghindari prasangka serta tak ingin merepotkan tetangga, akhirnya saya pun berinisiatif memasang banner di depan rumah. 

Secara eksplisit banner ini saya maksudkan sebagai informasi kalau saya bukan pengangguran, tetapi punya kegiatan ekonomis yang halal dan menguntungkan untuk menghidupi keluarga.

Image1

Banner Usaha

Dokumentasi Pribadi

Internet dan Perubahan Paradigma

Beda dulu, beda pula dengan sekarang. Semakin masifnya internet nyata-nyata telah mengubah paradigma dan cara pandang masyarakat.

Melakukan aktfivitas ekonomi secara online dari rumah sudah diangap hal umum saat ini. Masyarakat semakin maklum dan pelakunya pun tak lagi dianggap pengangguran. 

Orang-orang dari berbagai belahan dunia yang didominasi para millenial bahkan mempunyai pemikiran yang lebih ekstrem lagi. Mereka menganggap kalau bekerja di luar rumah tidak lagi menjadi cara favorit untuk mendapatkan uang.

Ya. Dengan modal internet dan peralatan digital yang dimiliki, siapa pun bisa hidup layak dan mendapatkan penghasilan tanpa batas dari rumah seperti berjualan online, menjadi programmer, website designer, content creator, youtuber, menjual jasa desain, dan lain sebagainya. 

Untuk membangun brand dan menjangkau pasar yang lebih luas mereka melakukan berbagai strategi digital marketing seperti membuat website untuk meningkatkan revenue.

Walaupun tertatih-tatih saya sudah pada tahap ini. Lepas menjual produk orang lain secara online, tiga tahun terakhir ini saya menjalankan bisnis dengan modal sendiri bersama kakak ipar yakni jual beli burung import khusus Wambi (Hwamei) offline dan online dengan alamat situs www.jualburungjogja.com.

Bagi saya ini menjadi salah satu cara paling rasional untuk menghasilkan uang di era kekinian agar dapur tetap ngebul.

Antara Pengalaman Empiris dan Hasil Survey APJII: Motivasi Saya Bikin Website untuk Bisnis

Ide membuat website bisnis jual beli burung ini berawal dari pengalaman empiris saya ketika berada di bus TransJogja. Sebenarnya ini adalah pengalaman umum namun kerap kali lepas dari pengamatan banyak orang. 

Sepanjang perjalanan dari Depok Sleman hingga Titik 0 Km Jogja, saya melihat kalau sebagian besar penumpang bus sibuk dengan smartphonenya masing-masing. Hal ini memang lumrah terjadi dan dalam berbagai kasus bahkan terjadi di mana saja.

Dari gestur tangan di layar smartphone saya bisa menebak kalau mereka lagi asik chating, membaca situs berita, membuka media sosial dan ada pula yang mendengarkan musik dengan mata terpejam. 

Mereka nampak abai dengan apa yang ada di kanan kirinya. Alih-alih melihat billboard iklan berukuran besar, baliho, banner, roundtag dan media promosi lain yang berderet rapi di pinggir jalan yang dilewati bus.

Apa yang saya saksikan ini lantas memunculkan pertanyaan sederhana dalam benak saya, yakni,

{

Ketika orang-orang sudah semakin intens menggunakan gadget yang mereka miliki untuk mencari dan membeli suatu produk, lalu berapa lama bisnis yang dikelola secara offline (tradisional) akan bertahan ?

Digital Life Hacks

Pertanyaan ini menginggatkan saya pada hasil survey APJII tahun 2018 lalu tentang pengguna internet di Indonesia.

Survey APJII ini mengatakan kalau 5,2% dari pengguna internet di Indonesia semakin intensif melakukan aktivitas ekonomis secara online.

Dari total pengguna internet ini, 7,6%-nya bahkan telah rutin melakukan transaksi online, setidaknya sekali dalam sebulan.

Melihat trend, jumlah ini pun diprediksi akan semakin tumbuh di waktu-waktu mendatang.

Lalu, apa artinya?

Satu hal yang bisa saya pahami dari data ini, bahwa Internet telah merubah gaya hidup dan persepsi seseorang dalam memenuhi berbagai kebutuhannya. Orang semakin terbiasa menggunakan berbagai perangkat elektronik untuk mengakses layanan-layanan yang dikehendakinya secara online.

Prediksi saya adalah apapun jenisnya, bisnis yang dikelola secara offline (tradisional) tidak akan mampu bertahan lama di era digital seperti saat ini. 

Nah, pengalaman empiris yang didukung hasil survey APJII inilah yang mendorong saya dan kakak ipar meng-online-kan bisnis jual beli burung import khusus Wambi ini menggunakan website.

Kenapa Website, Apa Manfaatnya Bagi Bisnis Saya

Menurut saya dari keseluruhan inovasi teknologi yang membentuk entitas internet, salah satu inovasi yang sangat berpengaruh pada bisnis dan banyak hal adalah website.

Dalam konteks digital marketing yakni wajah baru pemasaran di era kekinian di mana seseorang memungkinkan bisa memasarkan produk menggunakan berbagai instrumen perangkat dan media digital, website adalah salah satu channel paling populer, paling tua dan paling lama dikenal orang.

Secara terminologi, website adalah kumpulan halaman-halaman digital di jaringan internet yang dibuat saling berhubungan, serta dapat diakses secara luas melalui halaman depan (home page) dengan menggunakan nama domain melalui browser.

Nah, ketika email dan media sosial mempunyai fitur terbatas, website justru sebaliknya karena menyediakan fitur yang hampir tidak terbatas sebagai media pemasaran online.

Digital Marketing

Sebelum mempunyai website, saya sebenarnya telah menggunakan email dan media sosial (Facebook, Instagram, Twitter dan Youtube) sebagai media pemasaran.

Namun entah cara saya yang kurang maksimal atau karena produk yang saya jual relatif mahal (harga burungb termurah rata-rata Rp 2.500.00) dan segmented, namun berdasarkan pengalaman saya website lebih produktif dan menghasilkan.

Walaupun begitu saya tidak meninggalkan sama sekali model pemasaran digital menggunakan email dan media sosial. Media sosial saya pergunakan untuk collecting database, email marketing sebagai follow up, dan website adalah etalase online produk-produk yang saya tawarkan.

Kalau dilihat dari manfaat, 3 (tiga) hal berikut ini yang saya dapatkan sejak saya mempunyai website untuk bisnis yakni,

 

01

Dengan Website, Bisnis saya punya identitas dan kredibilitas online

Bisnis sangat identik dengan trus dan kredibilitas. Nah, sejak mempunyai website, secara teknis bisnis saya  jadi mempunyai identitas online dan krediblitas yang mendorong munculnya kepercayaan dari calon pembeli.

Ini berbeda dibandingkan dengan dulu ketika saya hanya (masih) menggunakan media sosial dan email. Beberapa kali penawaran saya ke calon pelanggan malah dianggap tipu-tipu dan bisnis saya dibilang ilegal.

02

Saya Dapat Menjangkau Pasar Lebih Luas dan Memaksimalkan Keuntungan

Sebelum mempunyai website, konsumen saya hanya berasal dari lingkungan lokal Jogja saja. Banyak di antaranya karena referensi atau “gethok tular”.

Nah setelah mempunyai website, saya bisa menjangkau calon pembeli lebih luas. Hingga saat ini, saya mempunyai pelanggan tetap yang berasal dari luar kota dalam pulau Jawa bahkan hingga luar pulau seperti Medan, Lampung dan Ternate.

Tumbuhnya pelanggan ini secara signifikan juga menaikkan omset dan keuntungan bisnis saya hingga 35%. Tentu saja keuntungannya ini menjaga dapur selalu ngebul.

03

Website Membuat Saya Selalu Terhubung dengan Pelanggan

Ketika saya tidur di malam hari, pelanggan masih bisa terlayani dengan website.

Pelanggan dan calon pelanggan tetap bisa melihat produk-produk terbaru, jumlah stok serta melakukan pembelian. Artinya website selalu menghubungkan saya dengan pelanggan selama 24 / 7 tanpa henti.

Dengan bahasa lain, website juga menjadi media saya dalam menjaga kepuasan pelanggan yang mempunyai korelasi positif bagi kelangsungan bisnis saya di masa-masa mendatang.

Melakukan Optimasi Website

Dalam kerangka strategi digital marketing, ada beberapa strategi dasar optimasi website, di antaranya adalah SEO (Search Engine Optimization), SEM (Search Engine Marketing),  SMM (Social Media Marketing), Influencer Marketing dan lain sebagainya.

Namun jujur saya akui kalau hingga saat ini saya baru melakukan satu yakni optimasi SEO. Ini disebabkan karena keerbatasan resources yang saya miliki.

Optimasi SEO adalah upaya atau cara agar website lebih mudah ditemukan oleh siapa pun yang mencarinya dalam mesin pencarian (Google, Yahoo, Yandex, dan lain-lain)

Ada dua cara umum yang saya lakukan dalam hal ini yakni optimasi on Page dan Off Page. Untuk SEO on Page saya mengoptimalkan kata kunci, jumlah dan distribusi penempatannya pada website saya. Sedangkan untuk SEO off Page yang berupaya mendapatkan bacaklink ekternal yang berkualitas baik dari luar website, email dan dari social share.

Walaupun belum terlalu bagus, namun upaya yang saya lakukan sedikit banyak telah membuahkan hasil. Website jualburungjogja.com yang dulunya berada pada halaman ke-10 kini up and down pada page 2 dan page 3 dalam mesin pencarian google. 

Strategi Digital Marketing

Namun, Ternyata Tak Semua Entitas Menyadari Pentingnya Website Untuk Kemajuan Bisnis

Dalam digital marketing yang dinisbahkan sebagai cara efisien untuk bertahan hidup dan meraih untung dalam persaingan bisnis yang semakin berdarah-darah, website memang mempunyai fungsi dan peranan yang penting dan stratgis. Setidaknya saya sudah merasakan manfaatnya  dalam banyak hal.

Walaupun demikian hingga detik ini masih banyak perorangan atau institusi bisnis yang belum menyadari penting website bagi bisnis. Buktinya, statistik pemilik domain bisnis di republik +62 dalam laman pandi.id masih belum sebanding dengan jumlah perusahaan atau institusi bisnis yang ada.

Pandi.id mencatat kalau pemilik domain di Indonesia baru berjumlah 343,985. Jumlah ini pun berupa kumpulan dari semua ekstensi domain yang sangat susah dipilah-pilah manakah domain yang digunakan untuk kepentingan bisnis. 

Sedangkan jumlah perusahaan di Indonesia menurut sensus ekonomi BPS tahun 2016 saja sudah berjumlah 26,7 juta. Ngeri-ngeri sedap, gak sih ?

Padahal Membuat Website Itu Mudah dan Murah

Betul, membuat website untuk bisnis itu tidak sesulit yang dibayangkan. Orang awan yang tidak mengetahui bahasa coding pun bisa. Saya sendiri telah membuktikannya. 

Apalagi sekarang itu ada banyak platform yang mudah dipakai. Contohnya adalah WordPress dengan page builder yang didukung ribuan plugin seperti yang saya pergunakan untuk membuat website jualburungjogja.com.

Secara umum, membuat website juga hanya membutuhkan 3 (tiga) elemen dasar yakni Domain, Hosting, dan Konten. Ya, tanpa elemen-elemen ini, website memang tidak bakal bisa ditemukan dan diakses oleh pengguna di internet.

Nah, ketiga elemen ini saling tergantung satu dengan yang lainnya sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan dengan fungsi masing-masing. Simak ilustrasi berikut ini,

Infrastruktur Website

Selain mudah, membuat website juga sebenarnya juga murah. Berapa estimasi biayanya ?

Kalau dihitung-hitung estimasi biaya yang dikeluarkan untuk membuat sebuah website ‘gak lebih dari Rp 1.000.000.

Dengan jumlah ini, tentu saja biaya pembuatan website jauh lebih efisien dibandingkan melakukan promosi bisnis melalui koran, membuat spanduk, baliho, billboard dan sejenisnya. ‘Gak percaya ?

Kalau ‘gak percaya coba anda kunjungi DomaiNesia yakni salah satu penyedia web hosting murah terbaik di Indonesia, yang saya pergunakan untuk semua website saya termasuk jualjuel.com ini.

Di Domainesia, hosting kelas menengah (super) dengan spesifikasi yang sudah keren untuk bisnis hanya Rp 32.000 atau Rp.384.0000 per tahun.

Paket Hosting ini bahkan gratis domain (com, xyz, online, site, net, org, website, space, info, co.id, biz.id, or.id, ac.id, sch.id, my.id, web.id, name, us) di tahun pertama. Cek ketersediaan nama domain di www.domainesia.com/domain.

Karena gratis domain maka pengeluaran juga semakin hemat karena tidak perlu keluar duit lagi untuk beli domain seharga Rp. 99.000, kalau website pakai domain .com (misal). Nah, kalau ditambah pajak 10% maka estimasi total biaya hanya Rp 422.400. Murah kan, #langsungBikinAja.

Domain dan Hosting Murah Domainesia

DOMAINESIA

Menurut saya membuat website, apalagi untuk bisnis, butuh berbagai pertimbangan. Sekali saja salah pertimbangan maka akan sangat berpengaruh pada performa website sekaligus rugi secara finansial. Kenapa ?

Ya, karena website adalah produk teknologi yang terdiri dari infrastuktur hardware dan software dengan berbagai spesifikasi teknologi. Maka kita mesti memilih teknologi terbaik yang ditawarkan provider. Apa pertimbangannya ?

Kalau saya, ketika membeli domain dan hosting untuk website saya mempertimbangkan hal-hal berikut ini :

Pertama, kualitas server yang meliputi teknologi yang dipakai, lokasi server dan data centernya.

Sebuah server itu akan dipakaai oleh banyak situs bertraffic tinggi. Bila server yang ditawarkan provder menggunakan teknologi yang biasa-biasa saja maka besar kemungkinan menyebabkan website tidak optimal atau malah sering down dan tidak bisa diakses.

Bayangkan kalau ini dipergunakan untuk website bisnis. Pasti pengguna akan dirugikan.

Begitu pula dengan lokasi di mana server atau data centernya berada. Pilihan lokasi server sangat penting karena sangat berpengaruh pada kestabilan website.

Kalau target website adalah dalam negeri, maka lokasi server di Indonesia jauh lebih baik. Namun, bila targetnya adalah global maka server yang berada Singapura atau AS jauh lebih baik karena terkenal mempunyai kestabilan koneksi.

Kedua, seberapa bonafide provider. Provider itu ibarat warung makan, kalau masakannya enggak enak maka saya dan anda pun hanya akan makan sekali di warung itu, bukan ? Nah, provider bonafid dan berkualitas itu umumnya mempunyai banyak client loyal terutama client-client ternama dan bertrafik tinggi.

Ketiga, berapa sih bandwith yang disediakan.Bandwith ini berkorelasi dengan kecepatan website. Nah kalau ada provider yang memberi unlimited kenapa mesti pilih yang limited. Iya, kan ? 

Keempat, berapa space hosting yang disediakan. Website itu 60% isinya adalah gambar. Kalau space hostingnya kecil (di bawah 1 Gb misalnya), maka setahun saja mungkin sudah full alias penuh. Kalau hosting penuh maka dampaknya website tidak bisa menyimpan update content baru dan melambat. Itu pasti !

Kelima, harganya kompetitif atau tidak. Beli hosting dan domain untuk website bisnis itu berkepanjangan. Kalau harga tidak rasional maka pengguna akan rugi secara finansial.

Keenam, bagaimana layanan pelanggannya (Customer Service). Ini pertimbangan sangat penting karena kalau website down atau mengalami trouble maka kepada merekalah pengguna mengadu, berkeluh kesah dan menangis.

Nah, karena pertimbangan-pertimbangan inilah saya #jalanBarengDomainesia sudah hampir tiga tahun. DomaiNesia telah memberi semua yang terbaik yang saya butuhkan mulai dari keunggulan teknologi, harga paket, asistensi pelayan pelanggan dan lain sebagainya.

Keunggulan DomaiNesia

Provider Bonafide dan Berpengalaman

Domainesia adalah salah satu provider terbaik (bonafide) dan berpengalaman di Indonesia yang dipercaya lebih dari 95.000+ customer baik perorangan mapupun korporasi

Teknologi Terkini yang Menjamin Kecepatan dan Stabilitas Website

Domainesia menggunakan teknologi terkini yang mendukung perkembangan website seperti Node.js, Python, Ruby, Go, PHP dan binary Linux serta mengimplementasikan penyimpanan SSD untuk akses super cepat dan stabil. DomaiNesia juga mengintegrasi berbagai layanan premium untuk performa hosting terbaik

Performance dan Security

Semua paket web hosting murah DomaiNesia mendapatkan fitur “Performance dan Security” yang sama (free SSL, CloudFlare® Railgun, dll) serta Anti-virus & Anti-malware yang membuat website aman dan terlindungi

Server di Dalam dan Luar Negeri

DomaiNesia menggunakan server teknologi terkini yang berada di 5 lokasi server di berbagai datacenter yang tersebar di Indonesia, Singapura, Amerika, Inggris, dan Jepang. Pengguna bebas memilih sesuai kebutuhan

Lihat Status Server

Backup Harian ke Cloud

Semua paket domain dan hosting murah DomainNesia juga mempunyai fitur backup harian ke cloud yang memberi rasa tenang pada pelanggan dari potensi kehilangan data

Mail Channels Spam Filter

Segala bentuk spam email sudah diantisipasi dengan MailChannels Spam Filter guna memastikan email sampai ke tujuan

Garansi 99.9% Uptime

Domainesia memberikan garansi 99.9% uptime untuk semua paket hosting murah dengan jaminan SLA

Layanan Pelanggan 24/7

DomaiNesia memiliki Tim Technical Support dan layanan pelanggan 24/7 yang memudahkan pelanggan mendapatkan bantuan bila terjadi masalah dengan website

d

Instant Deploy dan Panduan & Dokumentasi Lengkap

Bagi pengguna woordpress, DomaiNesia memiliki fitur instant Deploy yang memudahkan instalasi. Selain itu DomaiNesia juga mempunyai panduan (guidance) serta dokumentasi yang lengkap yang semakin memudahkan pelanggan saat melakukan instalasi

Lihat di sini

Garansi Uang Kembali dan Migrasi

DomaiNesia memiliki garansi uang kembali 100% selama 10 hari serta Migrasi Situs Web gratis dari provider mana pun

Akhir Tulisan dan Kesimpulan

Akhirnya sampai di akhir tulisan.

Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca artikel yang berjudul “Digital Marketing Life Hacks: Menjaga Dapur Selalu Ngebul di Era Digital dengan Website” ini. 

Artikel ini saya tulis berdasarkan pengalaman empiris saat mengonlinekan bisnis jual beli burung impor khusus Wambi dan perlengkapannya melalui situs www.jualburungjogja.com.

Dalam kerangka digital marketing, pilihan membangun website untuk bisnis bagi saya adalah pilihan rasional. Selain menghemat resources, website adalah identitas online dan menjadi media pemasaran saya untuk menjangkau pasar yang lebih luas agar dapur tetap ngebul.

Sayangnya, belum semua entitas bisnis menyadari petingnya website bagi kelangsungan bisnis. Padahal membuat website itu mudah dan murah.

Untuk website, pembaca bisa mengandalkan DomaiNesia sebagai salah satu provider domain dan web hosting murah terbaik.

Pengalaman saya selama hampir tiga tahun #JalanBarengDomainesia, salah satu provider terbaik di Indonesia ini telah menyediakan semua yang saya butuhkan mulai dari teknologi, harga, hingga pelayanan pelanggan yang memuaskan.

Semoga artikel ini bermanfaat. Saya pamit.

Saat angin bertiup membawa perubahan, saya lebih tertarik membangun kincir angin untuk menikmati hembusannya ketimbang membangun tembok yang kokoh untuk menghadangnya.
-www.jualjuel.com-

DomaiNesia
www.domainesia.com/berita/digital-marketing-adalah-pemasaran-masa-kini/
Hasil Survey APJII (Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia 2018
pandi.id – domainesia.com – freepik.com

Mau API Key

DIVI

Life Time ?

Ya, mau !

Tunggu Dulu, Teman.

Mohon Kerendahan Hati Teman-teman

Artikel Saya di Writing-contest.bisnis.com

UNTUK BANTU NGE-VOTE

MASIH ADA YANG KURANG, NIH !

Vote Artikel &Thanks