Gara-Gara Lomba Blog KADIN

Tulisan itu seperti akar pohon yang menjalar ke sana-ke mari. Setiap ujungnya akan menemukan takdirnya sendiri-sendiri. Percaya?

Setelah hampir 8 bulan menekuni dunia blogging dan beberapa kali ‘menguji nyali’ mengikuti beberapa kompetisi blog di negara +62 ini, saya semakin percaya kalau setiap tulisan akan menemukan takdirnya sendiri.

Buktinya, tulisan saya yang berjudul “Dukung Minat dan Bakat Anak, Cara Saya Mempersiapkan SDM Unggul untuk Indonesia” telah menemukan takdirnya sendiri sebagai salah satu pemenang dalam Blog Competition yang diselenggarakan oleh KADIN Indonesia.

Sebagai pemenang kedua, tulisan tersebut mendapat apresiasi hadiah berupa sepeda listrik yang harganya hampir 10 juta dari organisasi pengusaha yang menjadi mitra strategis dan efektif bagi pemerintah dan dunia usaha di Indonesia ini.

Saya sendiri tak pernah menyangka sebelumnya, mengingat lomba blog KADIN ini menjadi salah satu lomba blog dengan hadiah besar sepanjang Desember 2019 yang tentu saja “memancing perhatian” para blogger regenade level senior untuk turun gunung.

Dan itu terbukti. Dalam deretan nama-nama pemenang memang diisi blogger-blogger senior yang sudah kenyang makan asam garam dunia blogging competition di tanah air.

Mereka selalu wira-wiri memenangi dihampir setiap lomba blog yang diikuti. Sebut saja seperti Kang Masroer, Susi Ernawati Susindra, Ardi Handayat, Cinta Maulida dan Dyah Ayu Novitasari.

Sebagai junior, jelas saja saya merasa tersanjung bisa “sepanggung” dengan blogger-blogger keren tersebut. Tentu saja ini menjadi pengalaman yang tak bakal terlupakan sepanjang usia. 

Lebih dari itu, penerimaan hadiah pun meninggalkan kesan mendalam karena dilakukan secara langsung oleh Bapak Rosan P. Roeslani, Ketua KADIN.

Ya, seluruh pemenang memang diundang ke Kantor KADIN Indonesia yang berada di Menara Kadin Indonesia Lt. 3 Jalan HR. Rasuna Said X-5 Kav 2-3, Jakarta.

 

Dari Garuda Hingga Hotel Berbintang

Mengunjungi Ibu kota dengan gedung-gedung yang menjulang tinggi memang bukan hal pertama kali bagi saya. Dulu ketika masih menjadi “orang kantoran”, hal ini sudah sering saya lakukan untuk berbagai urusan kantor seperti meeting nasional dan lain sebagainya. 

Namun kali ini berbeda dan memberikan berkesan tersendiri karena saya ke Jakarta bukan sebagai orang kantoran lagi tetapi sebagai seorang blogger yang memenangi sebuah lomba blog, dan  atas undangan dari KADIN.

Sebagai tamu undangan, apalagi oleh KADIN, tentu saja saya dan para pemenang lainnya difasilitasi dengan fasilitas terbaik.

 

Pesawatnya saja menggunakan Garuda, maskapai plat merah kelas internasional yang bergengsi. Ya, walaupun duduk di seat kelas ekonomi, namun tetap saja servicenya berbeda dan harganya pun lebih mahal dibanding maskapai lain. Jogja-Jakarta PP saja setidaknya mencapai 2 jutaan.

Sebenarnya pada kontak pertama dengan PIC KADIN- Mbak Dyah yang wajahnya mirip dengan mantan saya dulu- memberi opsi apakah saya memilih perjalanan darat dengan moda transportasi kereta api atau pesawat.

Namun karena rumah saya hanya berjarak beberapa kilometer dari bandara Adi Sucipto maka memilih pesawat menjadi pilihan yang realistis ketimbang jauh-jauh ke stasiun kereta api.

Begitu juga dengan hotel. 5 (lima) orang pemenang lomba yang berasal dari luar Jakarta dinapkan semalam di GrandKemang hotel yang jaraknya hanya 6,5 km dari Menara KADIN.

Walaupun hotel ini hanya berbintang 4 namun memiliki fasilitas kamar yang tak kalah dengan hotel-hotel bintang 5 yang pernah saya inapi seperti Mulia, Kempinski, Grand Mercure, Gran Melia atau Four Seasons.

Betul. Hotel yang berada di jalan Kemang Raya dan berada di depan persis Masion Apartemen Kemang ini memiliki fasilitas layaknya hotel berbintang 5. Kamar tidurnya bersih dan longgar, kamar mandi juga lengkap dengan air hangat. Tersedia juga TV, room internet, voucher welcome drink hingga beberapa komplimen hotel yang bisa dinikmati secara gratis seperti buah-buahan, kopi teh, creamer dan sebagainya.

Yang membedakan adalah, kamar hotel tempat saya menginap yang kebetulan berada di lantai 3 ini tidak memiliki fasilitas bathup. Padahal saya dari rumah sudah membayangkan bisa berlama-lama bermain air dan busa untuk sejenak melupakan problema orang hidup.  

Selain itu, kalau pada umumnya hotel berbintang itu menggunakan karpet merah atau warna-warna cerah dengan lampu yang terang, Grand Kemang ini menggunakan karpet warna abu-abu gelap dengan penerangan yang lumayan minim.

Bagi yang penakut atau kebanyakan nonton film horor, bisa jadi harus mengumpulkan nyali untuk berjalan sendiri menyusuri lorong yang panjang dan sepi menuju lift untuk turun ke lobi.

Selebihnya hotel ini sangat rekomended untuk menginap karena menawarkan kenyamanan. Apalagi hotel ini juga menyediakan fasilitas breakfast dan atau dinner yang bisa diantar ke kamar (room service). Jadi pengunjung tidak harus ribet turun ke restauran. 

Saat menginap, saya juga memanfaatkan fasilitas room service ini. Entah kenapa saya merasa males saja untuk ke restauran dan pengin dilayani di kamar, makan dan minum sambil nonton TV seperti raja minyak yang pingin menghabiskan dollarnya.

 

Leyeh-Leyeh Di Grand Kemang
Fasilitas LCD TV
Kamar Mandi Hotel Grand Kemang
Fasilitas Kamar MAndi Grand Kemang
Hotel Grand Kemang
Fasilitas Kamar Hotel Grand Kemang
Ayam Goreng Bumbu Madu Menu Makan Malam
Welcome Drink
Sandal Hotel
Neon Box Hotel Grand Kemang
Dropping Guest Space

Catatan dari Meja Makan

Penyerahan hadiah para pemenang dijadwalkan pada hari Jumat tanggal 31 Januari 2020, jam 10.00 WIB. Sebelumnya, para pemenang mendapat pengarahan dari Ibu Aning Wulandari dalam sebuah momen breakfast bersama.

Entah sebagai apa beliau di KADIN, setahu saya beliau pernah menduduki jabatan sebagai Chief Marketing & Sales MerahPutih.id dan AVP Marketing Communication Telkomtelstra. 

Dalam lomba blog KADIN , wanita smart dalam pandangan saya ini adalah salah satu juri utama lomba, dibantu oleh team dari Swadigital yang diwakili oleh Mbak Utami Cs. 

Dari speak-speak dengan beliau, saya mendapat beberapa informasi terkait lomba blog KADIN. Tahun ini lomba blog diikuti ratusan peserta dari seluruh Indonesia. Namun ternyata hanya 393 peserta yang terverifikasi sesuai dengan S & K. 

Ketika saya tanya tentang penentuan pemenang, beliau pun menjelaskan bahwa penilaian juri didasarkan pada lima indikator penilaian yakni kesesuaian tema, gaya penulisan, kualitas, desain hingga interaktivitasnya.

Ibu Aning Wulandari

Selain itu, sebagai juri beliau juga menilai setiap artikel dengan memposisikan diri sebagai pembaca yang ingin mendapatkan “sesuatu” dari artikel tersebut. Artinya, beliau melihat seberapa bermanfaat artikel bagi kalayak dari tema besar yang telah ditentukan.

Masih dalam suasana santai sembari menikmati breakfast, beliau juga meminta masukan untuk memaksimalkan peran para blogger sebagai influencer dalam upaya menyampaikan informasi-informasi tentang KADIN serta ide-ide kreatif lain tentang sumber daya manusia dan pembangunan.

Kalau tak salah saya menafsirkan, Kadin berkeinginan memberi fasilitas bagi blogger-bloger di Indonesia mendapatkan wadah baru untuk mengaktualisaikan diri dalam sebuah platform bersama dengan menggunakan subdomain dari kadin.id

Tentu saja ide ini menarik, mengingat eksistesi blogger memang tak bisa dipandang sebelah mata sebagai salah satu bentuk citizen journalism yang mampu mempengaruhi presepsi masyarakat untuk mendapatkan berbagai informasi positif dalam kerangka pembangunan, persatuan dan kesatuan bangsa.

Bergaya di Lobi Hotel Grand Kemang
Sebelum Say Goodbye

Tetap Berkesan Walaupun Tanpa Ceremoni

Tak ada ceremoni khusus dalam penyerahan hadiah lomba kepada para pemenang.

Ya, ini berbeda dengan pengalaman saya ketika mendapat apresiasi dalam lomba blog yang dselenggarakan oleh Kemenkes beberapa bulan sebelumnya, di mana penyerahan hadiah dilaksanakan dalam sebuah acara malam keakraban dengan hiburan musik dan sebagainya.

Namun bukan berarti penyerahan hadiah tidak berkesan, loh. Saya malah merasa bahwa penyerahan hadiah lomba blog KADIN memberi kesan tersendiri. 

Apalagi hadiah lomba blog secara simbolis diserahkan langsung oleh Bapak Rosan Perkasa Roeslani, Ketua KADIN. Bahkan disaksikan langsung oleh para ketua KADIN dari seluruh Indonesia. 

Ya. Acara penyerahan hadiah tersebut memang berbarengan dengan meeting bulanan KADIN yang dihadiri ketua-ketua KADIN daerah.

Inilah yang bikin senang dan bangga serta memberi kesan mendalam tak terlupakan.

Lomba Blog Kadin
Lomba Blog Kadin
Lomba Blog Kadin
Lomba Blog Kadin
Lomba Blog Kadin
Dyah Ayu Novitasari - Juara 3

Kesan mendalam tak hanya berhenti sampai di situ saja. Momen penyerahan hadiah juga dijadikan materi pers rilis yang dipublish di dua media online nasional yakni industri.co.id dan beritasatu.com.

Ada nama saya dan semua pemenang di dua media. Tentu saja ini akan menjadi jejak digital yang akan dibaca semua orang dalam waktu yang lama serta menjadi legacy bagi anak cucu saya kelak.

Mengakhiri tulisan ini, tak berlebihan kiranya kalau dengan segala kerendahan hati saya mengucapkan berlaksa terima kasih kepada KADIN Indonesia atas apresiasi dan fasilitas yang telah diberikan.

Ya. Gara-gara lomba blog KADIN saya bisa mempunyai sepeda listrik yang bermanfaat bagi keluarga serta dapat bertemu dengan blogger-bloger hebat tanah air yang menjadi panutan saya. 

Sayang sekali, sempitnya waktu membuat saya lupa meminta tanda tangan mereka sebagai cindera mata, hal yang biasa saya lakukan bila ketemu idola. 

Press Rilis

Related Post