Insto Dry Eyes Jaga Mata Saya Tebar Kebaikan Kecil

Insto Dry Eyes Jaga Mata Saya Tebar Kebaikan Kecil – Beberapa hari lalu, ketika saya sedang menunggu anak perempuan saya keluar kelas, saya ketemu dengan Pak Sabar. Beliau adalah guru yang mengampu pelajaran Bahasa Inggris sekaligus bertanggung jawab untuk urusan kehumasan di sekolah anak saya.

Pertemuan tersebut bukanlah yang pertama. Sejak saya menggantikan tugas istri untuk antar jemput sekolah anak, saya sering ketemu dan ngobrol dengan beliau bila tidak sibuk, begitu pula saya.

Seperti obrolan ala warung kopi, biasanya kami ngobrol santai tentang apa saja mulai tentang bola, kejadian yang lagi viral di tanah air hingga tentang perkembangan sekolah. Nah, dari obrolan-obrolan santai tersebut biasanya saya mendapatkan informasi baru yang bermanfaat, contohnya wacana sekolah untuk go online.

“Iya Pak sudah diputuskan oleh yayasan bersama komite sekolah dan guru awal bulan lalu, kalau sekolah kita diminta segera untuk mempunyai website sendiri.” Kata beliau.

Saya mendengarkan dengan seksama apa yang disampaikan oleh beliau untuk mengetahui keinginan sekolah lebih lanjut.

“Barangkali penjenengan ada kenalan yang bisa bantu bikin website sederhana untuk sekolah kita, Pak. Tapi mohon maaf, budgetnya memang tidak banyak karena alokasi dana sekolah sementara masih untuk perbaikan infrastruktur demi kenyamanan belajar anak-anak.” Sambung beliau.

Insya Allah Saya Bisa Bantu, Pak. Namun,…

Kalau mau restrospeksi, dua bulan sebelum pihak sekolah mewacanakan pembuatan website tersebut sebenarnya saya juga telah mengusulkan hal serupa melalui forum POMG (Pertemuan Orang Tua Murid dan Guru). 

Usulan tersebut berangkat dari pemikiran sederhana bahwa sebagai orang tua murid adakalanya saya juga membutuhkan informasi yang lebih komprehensif tentang sekolah dan pendidikan anak. Dan, saya meyakini kalau salah satu media yang ideal adalah website. Di beberapa sekolah dasar lain bahkan sudah mengembangkan website sebagai bagian dari SIS (Sistem Informasi Sekolah) yang lebih komplek. 

Nah, atas dasar pemikiran itu saya pun tergerak hati untuk ikut berpartisipasi dalam wacana pembuatan website tersebut walaupun tidak dibayar. Lalu, saya pun memberanikan diri untuk menyampaikannya.

“Mohon maaf lho Pak Sabar. Kalau yang dikehendaki sekolah adalah website sederhana dan bukan berisi sistem informasi sekolah yang komplek, Insya Allah saya bisa bantu. Anggap saja sebagai partisipasi saya kepada sekolah, Pak.” Kata saya.

“Wah, kebetulan sekali kalau begitu. Terima kasih kalau bisa bantu, Pak.” Jawab beliau dengan raut wajah senang dan berbinar-binar.

Sejak saat itu saya menjalin komunikasi lebih intensif dengan pihak sekolah melalui Pak Sabar untuk berbagai hal terkait website tersebut. 

Tapi Maaf Pak, Saya Hanya Seorang Blogger !

Walaupun saya yang menawarkan diri membantu terwujudnya website sekolah tersebut, namun sejak awal saya sudah mengatakan kepada pihak sekolah kalau saya hanyalah seorang blogger, bukan Web Developer Profesional.

Ini saya sampaikan agar sekolah memahami segala keterbatasan saya. Selain itu, saya juga membutuhkan waktu sedikit lebih lama dalam pengerjaannya. 

“Tapi saya mohon diberi waktu agak sedikit longgar, Pak. Mungkin sekitar seminggu atau lebih” Kata saya.

“Iya Pak tidak apa-apa. Nanti saya sampaikan ke kepala sekolah. Yang penting jadi dan bisa diakses.” Jawab Pak Sabar yang membuat saya relatif tenang.

Singkat cerita setelah sama-sama sepakat tentang waktu pengerjaan, saya pun mendiskusikan beberapa kebutuhan dasar untuk website tersebut yakni nama domain yang akan dipakai sekolah serta biaya sewa hosting per tahunnya.

Untuk alamat domain, pihak sekolah meminta menggunakan ektension sch.id. Saya pun bilang bahwa sepengetahuan saya untuk domain yang masuk kategori ccTLD (Country Code Top Level Domain), prosesnya agak sedikit berbeda dibandingkan dengan domain kategori gTLG (Generic Top Level Domain) seperti .com, .net dan sejenisnya.

Sebagai informasi saja bahwa registrasi domain sch.id ini memang gratis namun membutuhkan persyaratan tambahan seperti surat keterangan dari kepala sekolah, scan KTP serta surat kuasa yang selanjutnya ditujukan kepada pandi.id sebagai lembaga yang diserahi tugas oleh pemerintah untuk mengelola seluruh nama domain internet Indonesia.

Setelah persyaratan disediakan oleh pihak sekolah, saya mulai mendaftarkan nama domain sekaligus sewa hosting ke sebuah provider hosting yang sama digunakan oleh komunitas blogger perempuan, bloggerperempuan.com.

Tak Semulus Jalan Tol, Muncul Kendala yang Bikin Pusing

Selama hampir seminggu saya berupaya menyelesaikan website sekolah tersebut agar bisa diakses dan dikembangkan oleh pihak sekolah. Namun dalam prosesnya memang tidak semulus yang saya harapan. Saya menemukan berbagai kendala dan hambatan yang membuat saya pusing tujuh keliling. 

a. Error dan Error Lagi

Wordpress Error

Setelah domain dan hosting diaktifkan oleh provider, saya berfikir akan lancar-lancar saja saat menginstall CMS WordPress dan pluginnya, tetapi kenyataanya tidak seperti yang saya bayangkan. Entah apa yang telah terjadi, ketika layout sudah setengah jalan tiba-tiba website mengalami error (crash) dan tidak bisa diakses sama sekali. Celakanya error itu terjadi tengah malam.

Awalnya saya menduga karena plugins yang tidak kompatibel dengan versi WordPress 5.2.2 yang saya pakai. Namun setelah mencoba uninstall satu per satu plugin yang saya pergunakan, website masih saja tidak bisa diakses.

Saya coba mencari solusi dari tutorial-tutorial dari website maupun youtube. Namun sayang sekali, tak satu pun dari tutorial yang saya dapatkan tersebut mampu mengatasi error yang terjadi. 

Website sempat bisa diakses setelah saya meminta bantuan kepada team support hosting melalui fasilitas chat 24 jam. Namun tak lama setelah itu error kembali muncul. Akhirnya saya terpaksa mengambil langkah ekstrem yakni menguninstall CMS lalu menginstallnya kembali. 

Kejadian error ini berulang hingga tiga kali. Sampai akhirnya saya disarankan oleh team support agar berhati-hati menggunakan plugins, mengupgrade PHP version yang saya pergunakan serta mensettingnya secara benar.

b. Listrik Padam 

Listrik Padam

Sebagai informasi, dalam proses pengerjaan website sekolah tersebut saya tidak menggunakan jaringan internet tetapi menggunakan WordPress offline yang running pada localhost dengan bantuan Xampp dan Bitnami WordPress.

Jaringan internet hanya saya pakai untuk browsing troubleshooting bila menemui kendala saja. Setidaknya proses tidak akan terganggu kalau tiba-tiba internet down, begitu pikir saya.

Namun tanpa saya sangka, kendala lain justru muncul yakni dari jaringan listrik yang beberapa kali padam. Akhir-akhir ini listrik di tempat tinggal saya memang sering padam entah karena pemadaman terjadwal atau karena sebab-sebab lain. Waktunya pun random kadang siang kadang malam. 

Tentu saja ini berdampak pada proses yang saya lakukan. Padamnya jaringan listrik ini menyebabkan saya harus menunggu kadang bahkan hingga berjam-jam.

pemadaman listrik

c. Mata Sepet, Mata Pegel, Mata Perih dan Mata Lelah

Mata Kering

Saya akui kalau selama proses pengerjaan website tersebut saya menghabiskan waktu tak kurang dari 8 jam di depan laptop. Proses saya memulai setelah habis sholat Isya’ hingga subuh. Saya memilih waktu malam hari karena saya membutuhkan suasana tenang dan tidak bising. Apalagi tempat tinggal saya memang berada di pinggir jalan yang selalu bising setiap hari.

Dengan durasi waktu yang sedemikian panjang, saya sadar kalau menatap layar laptop yang besarnya tak lebih lebih dari 14 inc berlama-lama itu berdampak serius ke mata saya. Radiasi gelombang elektromagnetik dari layar laptop menjadikan mata saya kering dan tak nyaman untuk bekerja.

Gejala mata kering yang saya alami itu awalnya hanya sebatas mata sepet dan mata pegel. Namun lama-kelamaan muncul gejala lain yakni mata perih dan mata lelah yang dibarengi munculnya rasa gatal hingga mata nanar saat memandang layar laptop (sensitif terhadap cahaya). Jelas, ini menjadi kendala saya dalam menyelesaikan website.  

Penyebab Mata Kering

Saya pun berupaya mengatasi munculnya gejala mata kering tersebut dengan berbagai cara umum mulai dari memakai kaca mata, mengatur pencahayaan layar laptop, mengatur penerangan tempat kerja, mengompres mata dengan kain yang sudah saya basahi air hangat hingga mengistirahatkan mata secara berkala selama 30 detik.

Namun efeknya hanya terasa sebentar. Tak berapa lama gejala-gejala mata kering itu muncul lagi dan lagi. 

Gejala Mata Kering Reda dengan Insto Dry Eyes

Insto Dry Eyes
Insto Dry Eyes
Insto Dry Eyes
Beruntung saya bahwa ketika cara-cara di atas belum memberikan hasil seperti yang saya kehendaki, saya mendapatkan solusi meredakan gejala mata kering tersebut dari Insto Dry Eyes, tetes mata steril yang saya beli saat mudik lebaran bulan lalu.

Larutan Isotonik streril Insto®moist yang mengandung zat aktif Hidroxyprophylmethyl selulose dan Benzalkonium Chloride ini betul-betul efektif mengatasi gejala mata kering saya alami dengan cepat. Hanya dalam beberapa detik mata sepet, mata pegel, mata perih dan mata lelah mereda dan pandangan pun menjadi jernih lagi.

Selain cara kerjanya yang cepat dan efektif, yang saya suka dari Insto Dry Eyes ini adalah sensasi dingin yang terasa di mata dari mulai tetes pertama ketika digunakan. Setelah itu mata menjadi lembab dan terasa sangat nyaman untuk bekerja kembali. 

Berkat Insto Dry Eyes ini akhirnya hambatan karena mata kering dalam menyelesaikan website sekolah anak saya teratasi. Bye Mata Kering !

 

Kebaikan Insto Dry Eyes

★★★★★
Efektif meredakan gejala mata kering

★★★★★
Steril dan aman digunakan

★★★★★
Mudah didapat (tersedia di mana-mana)

★★★★★
Harga rasional

Tahap Uji Coba

Hingga artikel ini saya buat, website sekolah anak saya yang beralamatkan di www.sdituikalasan.sch.id ini memang sudah bisa diakses namun masih dalam tahap uji coba. Banyak image masih berupa simulasi dan isi konten juga masih banyak yang menggunakan lorem ipsum.

Selain itu website juga masih membutuhkan perbaikan-perbaikan terutama dalam hal kecepatan akses (loading speed) dan beberapa hal lain. Saya berharap minggu depan sudah selesai dan bisa saya presentasikan kepada pihak sekolah.

Visualisasi Website SDIT

Akhirnya

Terima kasih telah membaca artikel berjudul Insto Dry Eyes Jaga Mata Saya Tebar Kebaikan Kecil ini, semoga bermanfaat. Jangan lupa untuk menebar kebaikan hari ini walaupun hanya seujung kuku. 

Saya pamit.

 

insto, dry, eyes, jaga, mata, saya, tebar, kebaikan, kecil, jualjuel, com

Kamu butuh LISENSI DIVI Lifetime ?

Klik di sini