#JanganTakutBerbagi

INSPIRASI #JANGANTAKUTBERBAGI DARI TVC “ALL EXPENSES PAID 30 YEARS AGO”

Halo dab.

Kalau lagi senggang, apa sih yang biasa kamu lakukan? Kalau saya, selain update blog kegiatan yang paling saya suka adalah nonton film online dan youtube di teras rumah sambil ngopi. Sederhana memang tapi kalau sudah seperti itu saya seperti menjadi pribadi paling merdeka dan bahagia.

Saking merdekanya, dalam sekali duduk saya bahkan bisa menamatkan hingga dua film sekaligus mulai dari film-film aksi Korea hingga petualangan India yang durasinya hingga 3 jam. Tetapi kalau youtube, konten yang paling saya suka adalah unggahan para vlogger beken seluruh dunia, ceramah agama dan iklan komersial Thailand (TVC). Loh, kok malah iklan?

Iya. Menurut saya TVC Thailand itu kreatif dan inspiratif. Yang saya suka, walaupun tujuannya adalah jual produk atau jasa namun awarness pembeli dibangun secara smooth alias soft selling. 

Selain itu, kebanyakan TVC Thailand juga divisualisasikan secara sinematik dengan mengambil tema tentang kepekaan sosial (social awarness)  dan dikemas dengan alur menyentuh. Tak heran kalau penonton bisa ikutan baper merintih-rintih. 

Jujur, saya jarang melihat iklan seperti ini di televisi nasional. Nah sebelum berlanjut, coba deh kita lihat salah satu TVC berikut ini.

Menyentuh, bukan?¬†Jujur lho cerita iklan ini very touching¬†dan membekas di hati. Nah, menurut kamu¬†pelajaran apa yang bisa diambil dari iklan salah satu provider kartu seluler di Thailand yang berjudul “All expenses Paid 30 Years Ago” ini?

Saya sendiri mendapat banyak inspirasi dan pelajaran berharga yang bisa dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari terutama tentang dahsyatnya berbagi. Beberapa poin di antaranya bisa saya jabarkan sebagai berikut: 

Berbagi itu Tentang Memberi Sacara Spontan Tanpa Berfikir Dua Kali

Diakui atau tidak, terkadang kita masih berfikir dua kali untuk mengeluarkan apa yang kita miliki untuk orang lain. Kondisi kebatinan yang hadir saat itu, kita merasa masih belum cukup mampu untuk berbagi atau merasa apa yang kita miliki akan berkurang.

Padahal sebenarnya berbagi itu tentang memberi secara spontan, tanpa harus berfikir dua kali. Berbagi ya berbagi saja, tak ada hubungannya dengan seberapa mampu kita atau seberapa miskin orang yang akan menerimanya.

#jangantakutberbagi

Berbagi itu tidak berfikir dua kali – Dokumentasi pribadi

Berbagi Itu Memberi Sekaligus Menerima

Percaya atau tidak bahwa berbagi itu mempunyai dimensi dua arah, dab. Di satu sisi bermakna memberi (give) dan di sisi lain adalah menerima kembali¬†(take). Maka, dalam hal ini akan berlaku hukum sebab akibat yang berujung pada ungkapan¬†“give and take”.¬†

Satu hal yang harus kita pahami, Allah akan “mengembalikannya” sesuai dengan cara dan perhitungan yang Dia kehendaki. Bahkan bisa jadi melebihi apa yang telah kita keluarkan.

Tentang hal ini, saya teringat pengalaman istri saya ketika berkesempatan umroh setengah tahun lalu, dab.

Singkat cerita, ketika umroh istri saya dititipi barang oleh sahabatnya semasa kuliah untuk disampaikan kepada besannya yang tinggal di Medinah. Ternyata besan sahabat istri saya yang bernama Ibu Aliyah tersebut adalah orang Mesir yang bekerja sebagai Askar di Masjid Nabawi. 

Nah, setelah sampai di Madinah, istri saya langsung janjian ketemu Ibu Aliyah di hotel tempatnya menginap untuk menyerahkan titipan tersebut. Apa yang terjadi kemudian, dab ?

Ibu Aliya menerima titipan tersebut dengan gembira. Saking gembiranya ia memeluk istri saya dan keempat teman sekamarnya seperti sahabat yang lama tidak bertemu. Bahkan ada perlakukan unik yang tak disangka-sangka oleh istri saya.

Tanpa sungkan Ibu Aliya menyuapi satu persatu dengan makanan yang dibawanya dari rumah, seperti ibu yang sedang menyuapi anaknya. Tak hanya itu, istri saya dan keempat temannya pun diberi berbagai oleh-oleh seperti buah kurma, roti, sajadah, tasbih, minyak wangi, baju gamis, bahkan sejumlah uang andai saja istri saya tidak menolaknya secara halus.

#jangantakutberbagi

Berbagi bahagia dengan Ibu Aliya – Dokumentasi pribadi

Ada jutaan pengalaman seperti ini, dab. Saya yakin kamu juga pernah mengalami dan merasakan hikmah yang dahsyat dari kebiasaan berbagi ini.

Walaupun tidak berharap balasan dan semata-mata hanya berharap rida-Nya, namun kalau Allah berkenan maka Dia akan mengembalikan dalam waktu yang cepat dengan jumlah yang belipat-lipat.

Namun kalau itu tidak terjadi, maka sebagai orang yang beriman kita wajib percaya kalau Allah tidak akan mengkhianati janji-Nya. Bisa jadi Allah mempunyai maksud tertentu. Perumpamaanya itu seperti kita menanam pohon mangga di samping rumah, dab. 

Logikanya, tak mungkin kita bisa langsung memetik buahnya saat itu juga. Setidaknya kita harus sabar menunggu hingga beberapa tahun untuk menikmati buah mangga tersebut. Bahkan bisa jadi puluhan tahun kemudian. Itu pun bukan oleh kita tetapi anak cucu kita.

Coba kita hayati kembali bagian akhir dari iklan di atas.  

Semua biaya pengobatan ditanggung untuk 30 tahun yang lalu. Dengan 3 bungkus obat-obatan dan sebungkus sup sayuran.” Begitu catatan Dr. Prajak Arunthong yang tertulis di tagihan biaya rumah sakit. Seperti itu kira-kira.

Seperti itu kira-kira. Indah, bukan ?

#jangantakutberbagi

Screen Shoot TVC All expenses Paid 30 Years Ago

Berbagi itu Menorehkan secercah Kebahagiaan Bagi Diri dan Orang Lain

Hidup ini sebenarnya sudah indah, dab. Namun akan terasa lebih indah bila kita hidup dalam lingkungan yang orang-orangnya suka berbagi.

Dalam banyak fakta, saling memberi dan berbagi itu membuat dunia terlihat lebih indah dan diri merasa bahagia. Begitu pula bagi orang lain yang menerima. Artinya, kebahagiaan itu bukan hanya saat kita menerima dari orang lain, tetapi juga saat kita memberi sesuatu kepada orang lain.

#jangantakutberbagi

bahagia bukan hanya saat kita menerima, tetapi saat kita memberi – Dokumentasi pribadi

#JanganTakutBerbagi Karena Bisa Dengan Apa Saja

Apakah harus berupa uang ? Tentu tidak, dab. Berbagi bisa berupa apa saja, tidak harus uang. Kita bisa berbagi dengan ilmu yang kita miliki, pengalaman, pendampingan, pemikiran bahkan tenaga.

Saya pengalaman empiris nih, dab. Di sebelah rumah saya ada sebuah warung angkringan. Pemiliknya bernama Ibu Aminah. Beliau adalah seorang janda muslimah paruh baya yang ulet dan tak segan untuk berbagi dengan tenaganya. 

Suatu ketika saya pesan nasi bungkus lumayan banyak kepada beliau. Nasi bungkus ini memang saya peruntukan bagi jamaah sholat jumat di komplek masjid RSI PDHI Kalasan yang lokasinya tidak seberapa jauh dari rumah saya.

Untuk berbagai alasan, saya memang menganggarkan beberapa rupiah untuk hal ini, terutama untuk memaknai semangat #jumatberbagi, dab.

Nah, ketika saya bermaksud membayar pesanan nasi bungkus tersebut, beliau bilang.

“Mas, bayar seharga modalnya saja. Saya tidak ambil untung, mas. Hitung-hitung saya ikut menyumbang tenaga untuk masjid karena hanya itu yang saya bisa.”¬†Begitu kata beliau.

Sampai saat ini kalau istri saya tidak cukup waktu untuk membuat nasi bungkus sendiri, saya selalu pesan kepada beliau. Bukan mencari murah, tetapi saya senang saja dengan semangat berbagi beliau. 

Begitulah. Berbagi memang bisa berupa apa saja, tak terkecuali adalah dengan tenaga yang kita punya. 

Berbagi makanan untuk jamaah sholat Jumat  РDokumentasi pribadi

Berbagi dengan Berdonasi Melalui Dompet Dhuafa

Kita pun sebenarnya juga bisa berbagi dengan memberi donasi berupa uang melalui lembaga-lembaga filantropi. Salah satunya adalah dompet dhuafa, dab.

Cara ini malah lebih mudah dan efisien seperti halnya kalau kita mau berbelanja online. Kita tinggal mentransfer sejumlah uang ke rekening yang telah disediakan oleh Dompet Dhuafa. 

Pemanfaatnya pun luas dan berdampak jangka panjang terutama untuk pemberdayaan umat. Sebut saja seperti untuk dakwah, pendidikan, kesehatan, ekonomi  dan pengembangan sosial.

#jangantakutberbagi
#jangantakutberbagi

Bisa Online
Donasi di Dompet Dhuafa bisa secara online
Dompet Dhuafa karena kita tidak perlu datang
ke kantor ataupun gerai zakat Dompet Dhuafa.

Tak Mensyaratkan Login
Donasi di Dompet Dhuafa
tidak mensyaratkan LOGIN.
Kita cukup melakukan beberapa
langkah saja.

Privasi Terjaga
Donasi di Dompet Dhuafa sangat personal.
Jumlah donasi dan privasi sangat terjaga
kerahasiaanya dengan baik.
hanya donatur dan Allah SWT yang tahu

Mendukung Berbagai Metode Pembayaran
Donasi di Dompet Dhuafa bisa menggunakan
berbagai metode pembayaran seperti transfer bank,
Mandiri Click Pay, CIMB Click, Master Card Visa,
Mandiri e-cash dan IB Muamalat

Ayo #JanganTakutBerbagi

Baiklah dab, akhirnya kita sampai di akhir tulisan berjudul “Inspirasi #JanganTakutBerbagi dari TVC All Expenses Paid 30 Years Ago“.¬†Sungguh, TVC yang berdurasi tak lebih dari 3 menit ini bagus dan dapat kita jadikan sebagai inspirasi untuk hidup saling berbagi.¬†

Beberapa hal penting yang bisa saya simpulkan sebagai penutup tulisan ini adalah; 

Z

Berbagi itu tidak harus menunggu kaya lebih dulu dan tidak berfikir dua kali untuk melakukannya.

Sikap paling tepat adalah seperti yang ditunjukkan oleh penjual sup dalam TVC di atas, di mana ia secara spontan mengeluarkan uang untuk membayar obat yang dicuri oleh Dr. Prajak Arunthong kecil setelah tahu itu untuk ibunya yang sedang sakit.  

Z

Berbagi itu investasi dunia-akhirat dan tidak menjadikan sesorang menjadi miskin.

Tidak ada sejarahnya orang yang suka berbagi jatuh miskin. Dalam banyak fakta, berbagi justru menjadikan seseorang mencapai kemakmuran di dunia karena Allah berkenan mengembalikan lebih banyak dari apa yang telah dikeluarkan. Selain itu, berbagi yang dilakukan dengan ikhlas akan berbuah pahala di akhirat. Itu janji Allah SWT.

Maka, mari kita lakukan sekarang juga untuk mencapai kebahagiaan hidup karena kebahagiaan itu bukan hanya saat kita menerima tetapi juga saat kita memberi.

Terima kasih dan semoga bermanfaat. Saya pamit, dab.

Tunggu Dulu, Teman.

Mohon Kerendahan Hati Teman-teman

Artikel Saya di Writing-contest.bisnis.com

UNTUK BANTU NGE-VOTE

MASIH ADA YANG KURANG, NIH !

Vote Artikel &Thanks