#AyoHijrah

Kalau ada penghargaan untuk sebuah keberanian, mungkin saya salah satu orang yang berhak mendapat gelar itu.

Bagaimana tidak, saya pernah mengambil keputusan  paling “berani” dalam hidup di mana orang lain mungkin akan mengatakan itu konyol, bodoh atau apalah sebutannya.

Namun, keputusan itu saya ambil dengan pertimbangan secara rasional bukan menuruti hawa nafsu atau provokasi orang lain.

Satu-satunya yang sukses memprovakasi saya adalah logika berfikir saya yang tiba-tiba menjadi “bener” dan selalu mengajak #AyoHijrah.

Ini ceritanya….

Saya tidak menyesal sedikit pun ketika menyerahkan sepucuk surat berperihal resign kepada manager HRD dengan tembusan langsung kepada owner perusahaan tempat saya bekerja, dua tahun lalu.

Teman sekantor tak ada yang tahu sampai saya mengemasi beberapa barang pribadi dan berpamitan kepada mereka. 

Tentu saja mereka kaget. Mereka mengerubungi dan memandangi saya dengan ekspresi yang tak biasa. Beberapa di antaranya melontarkan pertanyaan “What happened, Bro?”.

Namun saya tahu diri. Tak elok rasanya kalau teman-teman sekantor mengetahui alasan sebenarnya. Jauh dalam hati, saya ingin semuanya berlalu tanpa gejolak dan organisasi tetap berjalan normal seperti biasa.

Kekagetan serupa juga dialami istri saya. Walaupun saya pernah mendiskusikan niatan ini sebelumnya, namun wanita yang telah menemani dalam suka duka selama hampir 17 tahun ini tetap saja kaget. 

Saya bisa melihat dari ekpresi wajahnya. Dia duduk terdiam di kursi rotan dengan wajah yang sulit saya pahami. Mungkin marah, kecewa, sedih, atau entahlah. 

“Papa nekat. Lalu bagaimana kehidupan keluarga kita. Biaya sekolah anak-anak, angsuran-angsuran dan……”

Setidaknya kalimat itu yang terdengar di telinga saya. Kalimat yang belum tuntas saya dengar karena saya keburu berlalu mengambil air wudlu untuk sholah ashar.

quit
#ayohijrah

Tak Mampu Menggenggam Dunia yang Besar, Saya Hijrah Memilih Dunia yang Kecil

Saya bisa memahami perasaan dan kegalauan istri saya saat itu.  Dia memang berhak kuatir karena selama ini penghidupan keluarga memang ditopang oleh gaji saya sebagai karyawan di sebuah perusahan jaringan otomotif terbesar di DIY dan Jateng. Tak ada sumber lain.

Sebelum resign saya mempunyai posisi yang sangat strategis di perusahaan. Sebuah posisi manajerial yang diidam-idamkan oleh semua entitas yang bernama karyawan.

Dalam struktur organisasi perusahaan, posisi saya hanya dua step di bawah direksi (owner), setelah direktur utama. Bahkan saya menjadi salah satu orang kepercayaan owner sendiri.

Dengan posisi ini, apa yang saya dapat dari perusahaan jelas sangat memadai. Gaji, bonus, insentif dan tunjangan-tunjangan lain lebih dari cukup untuk kehidupan keluarga kecil saya.

Melekat dengan posisi itu, berbagai fasilitas pendukung juga saya dapatkan. Sebut saja seperti mobil, asuransi dan edukasi level manajerial. Berkat posisi ini pula saya berkesempatan melakukan perjalanan wisata ke berbagai negara secara gratis.

Ya, tentu saja saya bersyukur dan bangga. Apalagi pencapaian ini tidak mudah. Setidaknya saya mesti berjuang lebih dari 15 tahun dari seorang marketing lapangan dengan segala lika-likunya.

Dengan pencapaian ini pula, saya merasa berhasil menggenggam dunia yang besar. Dunia yang diimpi-impikan banyak orang.

Traveling

Dua tahun pertama setelah saya menempati posisi itu semua berjalan baik-baik saja. Berbekal pengalaman lapangan, saya pun berhasil menciptakan gebrakan-gebrakan baru untuk meningkatkan produktivitas perusahaan.

Namun sayang, setelah memasuki tahun ketiga saya merasa tak mampu lagi menggenggam dunia yang besar itu berlama-lama. Ibarat kata, tangan saya terbakar dan menghitam. Bahkan, posisi itu nyaris menjerumuskan saya ke dalam jurang yang gelap tanpa dasar. Kenapa ?

Posisi jabatan yang saya pegang ternyata membawa konsekwensi logis yang sulit saya hindari, bahkan bertolak belakang dengan akal sehat.

Seiring berjalannya waktu, perusahaan semakin berkembang dan membuka cabang-cabang baru di banyak tempat. Saya pun sering keluar kota untuk berbagai keperluan terutama melakukan lobi-lobi dengan pemangku kepentingan.

Dalam prosesnya saya tidak bisa menghindari keinginan perusahaan untuk melakukan “lobi di bawah tangan” dengan para pemangku kepentingan tersebut.

Kenyataan ini sungguh membuat saya sangat takut dan selalu was-was. Tak bisa saya bayangkan kalau tertangkap penegak hukum, pasti masuk penjara.

Tak hanya itu. Saya juga merasa kalau hampir setiap meeting selalu saja berakhir di tempat hiburan. Waktu dan energi saya pun akhirnya banyak tercurah untuk menemani owner dan tamu-tamu perusahaan mendapatkan hiburan yang mereka suka.

Mau tak mau saya semakin akrab dengan kehidupan malam, kehidupan dunia gemerlap yang identik dari musik hingar-bingar dengan segala isinya. 

Yang lebih mengerikan, tak jarang saya harus menyediakan “ini dan itu” asal mereka gembira.

#AyoHijrah

Apa yang terjadi kemudian adalah quality time bersama keluarga jadi porak poranda. Saya sering pulang hingga larut malam ketika anak-anak sudah tertidur dan berangkat lagi ke kantor manakala anak-anak sudah berada di sekolah.

Kebiasaan-kebiasaan baik seperti mengajak anak sholat berjamaah di masjid pun tak lagi saya lakukan. Begitu pula dengan kesempatan bersosialisasi dengan warga untuk ronda malam, pengajian malam jumat maupun rapat-rapat warga. 

Pertengkaran-pertengkaran dengan istri pun lebih sering terjadi dengan alasan yang sama. Lebih-lebih kalau dia mencium bau harum parfum yang tidak biasa saya pakai. 

Semakin lama saya merasa seperti semakin tersesat. Batasan antara baik dan buruk sudah semakin samar. Saya benar-benar berada di titik nadir yang hina dan menyedihkan. 

Namun sungguh Maha Besar Allah yang berkuasa membolak-balikkan hati hamba-Nya. Ketika saya sudah jauh dari perintah-Nya, Allah berkenan menariknya kembali dan menggerakkan hati saya untuk melakukan hal besar, hijrah !

Saya seperti mendapatkan kekuatan ghaib yang datang tiba-tiba. Kekuatan itulah yang membimbing saya menulis sebuah surat berperihal “resign” tersebut. Bahkan tanpa berfikir dampak yang akan terjadi terutama bagi keluarga.

“Maafkan mama, Pa. Papa telah mengambil keputusan yang benar, Semoga Allah memudahkan segalanya”

Begitu kata istri saya.

Dengan helaan napas yang panjang ia pun memeluk saya. Tak mau kehilangan momen itu, saya pun balik mendekapnya erat dan mengaminkan doanya. 

Saya merasa bahagia karena ia bisa memahami keputusan saya untuk mundur teratur dari dunia yang besar dan mantap memilih dunia yang kecil. Setidaknya ini cukup memberi kekuatan moral bagi saya.

 

#Ayohijrah
#AyoHijrah

Terbalik 180 Derajat

Jujur saya mesti mengakui bahwa konsekuensi yang ditakutkan istri memang terjadi. Pasca pengunduran diri saya dari perusahaan, secara finansial kehidupan keluarga saya morat-marit, terbalik 180 derajat.

Hingga hampir setengah tahun setelah resign, saya dan keluarga hidup mengandalkan tabungan. Pesangon ?

Menjadi kepercayaan tidak menjamin apa pun. Nyatanya saya tak kebal dengan kesepakatan kerja yang mengatakan bahwa karyawan yang mengundurkan diri tidak mendapat pesangon. It’s clear enough !

Sadar dengan peraturan itu saya pun tak mau merajuk. Satu-satunya “tali asih” yang saya minta dari perusahaan adalah laptop yang menjadi inventaris kerja saya karena di situ tersimpan dokumentasi keluarga berupa foto dan video. 

Walaupun hidup serba terbatas, niatan saya untuk hijrah demi kehidupan yang berkah dan lebih baik tak berubah. 

Bahkan saya selalu mencari-cari alasan ketika istri saya meminta saya melamar pekerjaan lagi. Alasan yang sebenarnya hanya untuk menutupi ketakutan saya karena tak mau lagi terjebak dalam lingkungan yang sama untuk kedua kalinya.

Satu hal yang terpikirkan oleh saya saat itu adalah segera bangkit dan membangun ekonomi keluarga dengan berwiraswasta. 

Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya saya dan istri mulai menjual aset-aset keluarga satu per satu seperti perhiasan, sepeda motor hingga mobil untuk mendapatkan modal.

Dengan modal yang terkumpul itulah akhirnya saya memberanikan diri menyewa kios berukuran 4 x 8 meter di pinggir jalan kampung di daerah Sidorejo Kalasan untuk menjadi distributor beras Delanggu, kecap manis dari Pati dan sebagainya.

Namun, di tengah persaingan yang berdarah-darah dan rasa tak tega bila ada tetangga kanan kiri yang ngutang beras dengan alasan ini dan itu, usaha yang saya rintis bersama istri ini pun terpaksa harus terhenti, bahkan ketika belum genap berjalan 4 bulan.

star

Semakin lama kondisi perekonomian keluarga semakin kalang kabut karena tidak ada pemasukan yang bisa diandalkan. 

Tagihan listrik, air, telepon dan iuran-iuran warga mulai tertatih-tatih. Bahkan saya harus menunggak membayar angsuran rumah (fasilitas kredit dari perusahaan) yang masih tersisa 12X.

Karena saya tak menemukan solusi terbaik untuk mengatasinya, akhirnya rumah berlantai dua dengan 4 kamar tidur yang selama ini menjadi tempat berteduh bagi keluarga pun ikut terjual juga.

Sumpah, sebenarnya ada rasa “plong” dalam dada karena tidak lagi terbebani angsuran dengan berbunga, namun di waktu yang sama saya juga merasa seperti menjadi orang paling miskin di dunia.

Saya pun tak kuasa menahan tangis. Seperti anak kecil, saya menangis sesenggukan di pangkuan istri, meminta maaf atas ketidakberdayaan sebagai seorang suami yang belum bisa membahagiakan keluarga.

“Hidup sudah ada yang mengatur, Pa. Allah tidak akan menguji seorang hamba melebih kemampuannya. Kita harus sabar.”

Saya tahu istri saya pun sedih walaupun nampak tegar. Dia terus menghibur serta memberi semangat kepada saya agar sabar menjalaninya.

#AyoHijrah

Terima Keadaan dan Istiqamah Dalam Berhijrah

Benar kata istri saya bahwa hidup sudah diatur sedemikian rupa oleh Sang Pencipta. Tak ada cara yang lebih baik selain menerima dan selalu bersyukur atas apapun yang Allah kehendaki.

Kehilangan harta benda bukan akhir segalanya. Seiring berjalannya waktu, saya dan istri pun bisa menerima keadaan dan istiqamah menjalani hari-hari, seperti air mengalir.

Allah SWT tak pernah salah memilihkan jalan kehidupan bagi hamba-Nya. Saya yakin ada hikmah luar biasa yang sedang Allah siapkan untuk saya.

Satu hal yang patut saya syukuri adalah penjualan rumah masih menyisakan dana yang cukup untuk memulai hidup baru dan membangun usaha lagi.

Walaupun penghasilan tak sebanyak dulu lagi namun hasil dari warung kelontong kecil yang saya kelola bersama istri dan usaha jual beli burung cukup untuk membuat dapur selalu ngebul.   

Bahkan untuk menjangkau pemasaran yang lebih luas, saya sedang mempersiapkan situs online yang beralamatkan di www.jualburungjogja.com

Kalau boleh jujur, dalam kondisi ini saya malah merasakan hidup jauh lebih bahagia dibanding ketika masih bekerja di perusahaan dulu. 

Kehidupan keluarga terasa damai sekali. Tak ada lagi pertengkaran dengan istri. Saya pun bisa lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Satu hal yang pasti, saya terputus dari hidup dengan riba karena tak lagi memikirkan membayar angsuran plus bunga yang menanti setiap bulan.

#AyoHijrah
#AyoHijrah
#AyoHijrah

Hindari Riba, Saya Hijrah Ke Bank Syariah Bank Muamalat Indonesia

Sungguh, saya merasa beruntung karena Allah berkenan memberi hidayah kepada saya untuk berhijrah menuju kehidupan yang “lebih baik” walaupun diawali dari sebuah momen kehidupan yang konsekuensinya masih berlangsung hingga saat ini.

Saya tak mau nanggung. Saya sadar kalau hijrah memang tidak hanya dalam hal ibadah saja tapi juga bagaimana menjaga sikap, perilaku dan kebiasaan hidup termasuk di dalamnya adalah penggunaan layanan keuangan (perbankan).

Untuk memantapkan komitmen diri dalam berhijrah secara kaffah, saya pun membekukan semua rekening bank konvensional yang dulu saya pergunakan untuk menerima transferan gaji dari perusahaan, begitu pula dengan semua kartu kredit yang saya punya.

Untuk memenuhi kebutuhan perbankan bagi keluarga dan usaha, saya beralih menggunakan bank berbasis syariah yakni Bank Muamalat Indonesia.

Bukan sekedar ikut-ikutan trend, tetapi cara ini saya lakukan karena saya benar-benar ingin membebaskan diri dan keluarga saya dari riba yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. Saya takut dengan ancaman Allah.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَأْكُلُواْ الرِّبَا أَضْعَافاً مُّضَاعَفَةً وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ . وَاتَّقُواْ النَّارَ الَّتِي أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. Peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir.” (Qs. Ali Imron [3]: 130)

دِرْهَمٌ رِبًا يَأْكُلُهُ الرَّجُلُ وَهُوَ يَعْلَمُ أَشَدُّ مِنْ سِتَّةٍ وَثَلَاثِينَ زَنْيَةً

“Satu dirham uang riba yang dimakan oleh seseorang dalam keadaan mengetahui bahwa itu adalah uang riba dosanya lebih besar dari pada berzina sebanyak 36 kali.” (HR. Ahmad dari Abdulloh bin Hanzholah dan dinilai shahih oleh Al Albani dalam Shahih al Jami’, no. 3375)” [Nida-atur Rahman li Ahli Iman hal 41]

#AyoHijrah

Ke Bank Muamalat ?

Kenapa Memilih Hijrah

Pilihan saya menggunakan Bank Mualamat Indonesia sangat tepat dengan beberapa alasan
mendasar sebagai berikut :

#AyoHijrah
>

Bank pertama murni syariah di Indonesia

Bank Muamalat adalah bank pertama murni syariah di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1991.

>

Terjaga kemurnian syariahnya

Bank Muamalat tidak menginduk dari bank lain, sehingga terjaga kemurnian syariahnya.

>

Bekerja dengan prinsip syariah

Pengelolaan dana di Bank Muamalat didasarkan pada prinsip-prinsip ekonomi syariah yang dikawal dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah dan terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan)

Cara Kerja Bank Muamalat

>

Produk perbankan lengkap, jaringan luas dan modern

Bank Muamalat memilki produk dan layanan keuangan lengkap yang ditunjang dengan berbagai fasilitas seperti Mobile Banking, Internet Banking Muamalat dan jaringan ATM dan Kantor Cabang hingga ke luar negeri.

>

Mempunyai kinerja terbaik

Bank Muamalat adalah bank dengan kinerja terbaik. Ini dibuktikan dengan diperolehnya 128 penghargaan baik secara group corporate maupun cabang-cabang sejak 2011

>

Inisiator Tagar #AyoHijrah

Bank Muamalat inisiator tagar #AyoHijrah yang mengajak masyarakat untuk berhijrah, khususnya dalam hal layanan perbankan.

TIMELINE PROFIL

1 November 1991

Bank Muamalat Indonesia Berdiri

Pendirian Bank Muamalat Indonesia digagas oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan pengusaha muslim yang kemudian mendapat dukungan dari Pemerintah Republik Indonesia.

1 Mei 1992

Mengeluarkan produk-produk keuangan syariah

Bank Muamalat Indonesia berinovasi dan mengeluarkan produk-produk keuangan syariah

Bank Muamalat

Produk-produk syariah

Asuransi Syariah (Asuransi Takaful), Dana Pensiun Lembaga Keuangan Muamalat (DPLK Muamalat) dan multifinance syariah (Al-Ijarah Indonesia Finance) yang seluruhnya menjadi terobosan di Indonesia

27 Oktober 1994

Sebagai Bank Devisa

Bank Muamalat Indonesia mendapatkan izin sebagai Bank Devisa dan terdaftar sebagai perusahaan publik yang tidak listing di Bursa Efek Indonesia (BEI).

BEI

2003

Melakukan Penawaran Umum terbatas di BEI

Melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak 5 (lima) kali dan merupakan lembaga perbankan pertama di Indonesia yang mengeluarkan Sukuk Subordinasi Mudharabah.

Tabungan Shar-e

2004

Mengeluarkan produk Shar-e

Yakni tabungan instan pertama di Indonesia. Produk Shar-e Gold Debit Visa bahkan mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Kartu Debit Syariah dengan teknologi chip pertama di Indonesia serta layanan e-channel seperti internet banking, mobile banking, ATM, dan cash management.

Produk Shar-e

2009

Membuka Cabang di Malaysia

Bank Muamalat Indonesia mendapatkan izin membuka kantor cabang di Kuala Lumpur, Malaysia dan menjadi bank pertama di Indonesia serta satu-satunya yang mewujudkan ekspansi bisnis di Malaysia.

Bank Muamalat Indonesia di Malaysia

2012

Rebranding Logo

Bank Muamalat Indonesia melakukan rebranding pada logo Bank untuk semakin meningkatkan awareness terhadap image sebagai Bank syariah Islami, Modern dan Profesional.

Rebranding

2015

Metamorfosa

Bank Muamalat Indonesia bermetamorfosa untuk menjadi entitas yang semakin baik dan meraih pertumbuhan jangka panjang. Dengan strategi bisnis yang terarah Bank Muamalat Indonesia akan terus melaju mewujudkan visi menjadi “The Best Islamic Bank and Top 10 Bank in Indonesia with Strong Regional Presence”.

Bank Muamalat Indonesia di Malaysia

8 Oktober 2018

Grand Launching tagar #AyoHijrah

Bank Muamalat melaunching gerakan kampanye tagar #AyoHijrah untuk mengajak masyarakat berhijrah kerarah kehidupan yang lebih baik, khususnya dalam hal layanan perbankan.

logo #AyoHijrah

Hingga saat ini, Bank telah memiliki 325 kantor layanan termasuk 1 (satu) kantor cabang di Malaysia. Operasional Bank juga didukung oleh jaringan layanan yang luas berupa 710 unit ATM Muamalat, 120.000 jaringan ATM Bersama dan ATM Prima, serta lebih dari 11.000 jaringan ATM di Malaysia melalui Malaysia Electronic Payment (MEPS).

CARA KERJA BANK MUAMALAT

Bank Muamalat adalah bank syariah yang bekerja berdasarkan pada hukum dan prinsip-prinsip Islam. Bekerja berdasarkan hukum Islam, Bank Muamalat juga tidak mengenal sistem bunga yang jelas diharamkam dalam Islam tetapi bekerja menggunakan SISTEM BAGI HASIL.

Karena menggunakan sistem BAGI HASIL maka kedudukan Bank Muamalat adalah sebagai pemodal atau investor sedangkan nasabah sebagai Mitra kerja. Ini berbeda dengan bank-bank konvensional (bukan Syariah) di mana Bank memposisikan dirinya sebagai kreditur (penyimpan uang) sedangkan nasabah sebagai peminjam uang atau debitur.

Nah, antara Bank Muamalat dan Mitra Kerja terikat oleh  prinsip-prinsip syariah yang disebut dengan AKAD. Akad-akad yang dipergunakan oleh Bank Muamalat adalah sebagai berikut :

MUDHARABAH
Akad yang dilakukan antara pemilik modal untuk usaha yang ditentukan oleh pemilik modal (shahibul mal) dengan pengelola (mudharib), dimana nisbah bagi hasil disepakati di awal untuk dibagi bersama, sedangkan kerugian ditanggung oleh pemilik modal. Dalam terminologi perbankan syariah ini lazim disebut Special Investment.

WADI’AH
Akad yang terjadi antara dua pihak, di mana pihak pertama menitipkan suatu barang kepada pihak kedua. Lembaga keuangan umumnya menerapkan akad ini pada rekening giro.

Sebagai bahan pengetahuan, selain dua akad di atas, akad-akad lain yang dipergunakan dalam perbankan syariah adalah sebagai berikut :

WAKALAH
Akad perwakilan antara satu pihak kepada yang lain. Wakalah biasanya diterapkan untuk pembuatan Letter of Credit, atas pembelian barang di luar negeri (L/C Import) atau penerusan permintaan.

IJARAH
Akad sewa menyewa barang antara kedua belah pihak, untuk memperoleh manfaat atas barang yang disewa. Akad sewa yang terjadi antara lembaga keuangan (pemilik barang) dengan nasabah (penyewa) dengan cicilan sewa yang sudah termasuk cicilan pokok harga barang sehingga pada akhir masa perjanjian penyewa dapat membeli barang tersebut dengan sisa harga yang kecil atau diberikan saja oleh bank. Karena itu biasanya Ijarah ini dinamai dengan al Ijarah waliqtina’ atau al Ijarah alMuntahia Bittamliik.

KAFALAH
Akad jaminan satu pihak kepada pihak lain. Dalam lembaga keuangan biasanya digunakan untuk membuat garansi atas suatu proyek (performance bond), partisipasi dalam tender (tender bond) atau pembayaran lebih dulu (advance payment bond).

HAWALAH
Akad pemindahan utang/piutang suatu pihak kepada pihak yang lain. Dalam lembaga keuangan hawalah diterapkan pada fasilitas tambahan kepada nasabah pembiayaan yang ingin menjual produknya kepada pembeli dengan jaminan pembayaran dari pembeli tersebut dalam bentuk giro mundur. Ini lazim disebut Post Dated Check. Namun disesuaikan dengan prinsip-prinsip Syariah.

RAHN
Akad menggadaikan barang dari satu pihak kepada pihak yang lain, dengan uang sebagai gantinya. Akad ini digunakan sebagai akad tambahan pada pembiayaan yang berisiko dan memerlukan jaminan tambahan. Lembaga keuangan tidak menarik manfaat apapun kecuali biaya pemeliharaan atau keamanan barang tersebut.

QARD
Pembiayaan kepada nasabah untuk dana talangan segera dalam jangka waktu yang relatif pendek, dan dana tersebut akan dikembalikan secepatnya sejumlah uang yang digunakannya. Dalam transaksi ini, nasabah hanya mengembalikan pokok.

MURABAHAH
Akad jual beli dimana harga dan keuntungan disepakati antara penjual dan pembeli. Jenis dan Jumlah barang dijelaskan dengan rinci. Barang diserahkan setelah akad jual beli dan pembayaran bisa dilakukan secara mengangsur/cicilan atau sekaligus.

SALAM
Jual beli dengan cara pemesanan, di mana pembeli memberikan uang terlebih dahulu terhadap barang yang telah disebutkan spesifikasinya, dan barang dikirim kemudian, Salam biasanya dipergunakan untuk produk-produk pertanian jangka pendek. Dalam hal ini lembaga keuangan bertindak sebagai pembeli produk dan memberikan uangnya lebih dulu sedangkan para nasabah menggunakannya sebagai modal untuk mengelola pertaniannya.

ISTISHNA’
Jual beli barang dalam bentuk pemesanan pembuatan barang berdasarkan persyaratan serta kriteria tertentu, sedangkan pola pembayaran dapat dilakukan sesuai dengan kesepakatan (dapat dilakukan di depan atau pada saat pengiriman barang). MUDHARABAH Akad yang dilakukan antara pemilik modal (shahibul mal) dengan pengelola (mudharib) dimana nisbah bagi hasil disepakati di awal, sedangkan kerugian ditanggung oleh pemilik modal.

MUSYARAKAH
Akad antara dua pemilik modal atau lebih untuk menyatukan modalnya pada usaha tertentu, sedangkan pelaksananya bisa ditunjuk salah satu dari mereka. Akad ini diterapkan pada usaha/proyek yang sebagiannya dibiayai oleh lembaga keuangan sedangkan selebihnya dibiayai oleh nasabah.

MUSYARAKAH MUTANAQISAH
Akad antara dua pihak atau lebih yang berserikat atau berkongsi terhadap suatu barang dimana salah satu pihak kemudian membeli bagian pihak lainnya secara bertahap. Akad ini diterapkan pada pembiayaan proyek yang dibiayai oleh lembaga keuangan dengan nasabah atau lembaga keuangan lainnya dimana bagian lembaga keuangan secara bertahap dibeli oleh pihak lainnya dengan cara mencicil. Akad ini juga terjadi pada mudharabah yang modal pokoknya dicicil, sedangkan usaha itu berjalan terus dengan modal yang tetap.

 

Sumber : https://www.bankmuamalat.co.id/edukasi-perbankan/mengenal-akad-perbankan-syariah

 

#AYOHIJRAH

Apa itu

#AyoHijrah
#AyoHijrah
#AyoHijrah

#AyoHijrah adalah gerakan kampanye tagar #AyoHijrah yang diinisiasi oleh Bank Muamalat Indonesia sejak 8 Oktober 2018.

Gerakan #AyoHijrah ini mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama selalu meningkatkan diri ke arah hidup yang “lebih baik” dalam segala hal yakni hidup sesuai dengan ajaran Islam secara kaffah sebagai jalan hidup (way of life).

Sesuai dengan pengertian dasar hijrah dalam akidah Islam yakni meninggalkan, menjauhkan dari dan berpindah ke tempat yang lebih baik, maka  gerakan #AyoHijrah Bank Muamlat ini juga mengajak masyarakat untuk berhijrah bukan hanya dalam hal ibadah saja namun juga dalam hal mengelola keuangan dengan memanfaatkan layanan perbankan syariah agar hidup yang lebih berkah dan diridai Allah SWT.

 

#AYOHIJRAH

Tujuan Gerakan

Gerakan #AyoHijrah ini mempunyai tujuan yang mulia yakni terjadinya peningkatan kualitas diri, baik secara individu maupun organisasi melalui 3 konsep dasar hijrah yakni memulai, melengkapi, dan menyempurnakan (kaffah).

Sedangkan dalam konteks layanan perbankan syariah, Bank Muamalat Indonesia ingin mewujudkan cita-cita menyetarakan pertumbuhan nasabah bank syariah agar setara dengan kondisi rakyat Indonesia yang mayoritas adalah muslim.

Selain itu, Bank Muamalat juga ingin menjadi pusat Ekosistem Ekonomi Syariah dan turut membangun industri halal di Indonesia dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.

#AyoHjrah

#AYOHIJRAH

Bentuk Gerakan

Secara umum gerakan #AyoHijrah Bank Muamalat ini dikemas dalam kegiatan-kegiatan menarik dengan melibatkan masyarakat secara langsung, di antaranya:

#AyoHijrah
icon 1

Seminar / edukasi tentang
perbankan Syariah

icon 2

Open booth di pusat kegiatan
masyarakat

#AyoHijrah
#AyoHijrah
icon 3

Kajian Islami dengan narasumber
dari kalangan ulama

icon 4

Pemberdayaan masjid sebagai salah satu agen perbankan Syariah

#AyoHijrah

#AYOHIJRAH

Produk Perbankan

Sejalan dengan kampanye #AyoHijrah ini, produk perbankan Bank Muamalat juga berubah nama. Masyarakat bisa memilih sesuai dengan kebutuhan dari produk-produk syariah berikut ini:

Tabungan iB Hijrah, Tabungan iB Hijrah Haji dan Umrah, Tabungan iB Hijrah Rencana, Tabungan iB Hijrah Prima, Tabungan iB Hijrah Prima Berhadiah, Deposito iB Hijrah, Giro iB Hijrah, Pembiayaan Rumah iB Hijrah Angsuran Super Ringan dan Fix and Fix (masih dalam proses pengajuan kepada Regulator/OJK)

#ayoHijrah

Produk #AyoHijrah Bank Muamalat

Tabungan iB Hijrah

Tabungan iB Hijrah ini adalah tabungan yang nyaman digunakan untuk kebutuhan transaksi dan berbelanja dengan kartu Shar-E Debit yang berlogo Visa plus dengan manfaat berbagai macam program subsidi belanja di merchant lokal dan luar negeri.

Keuntungan dari tabungan ini adalah Bebas biaya tarik tunai di jaringan Prima/Bersama jika saldo setelah penarikan minimal 5 juta (max 10x/bulan), Bebas biaya realtime transfer melalui Mobile/Internet Banking Muamalat*, dan Dapat mengikuti program/promo lainnya

Syarat dan Akad

Produk #AyoHijrah Bank Muamalat

Tabungan iB Hijrah Haji

Tabungan iB Hijrah Haji menawarkan solusi lengkap untuk perjalanan ibadah. Keuntungan yang didapat diantaranya nasabah akan mendapatkan pilihan kartu Shar-E Debit Muamalat. Kartu ini bisa digunakan untuk transaksi ATM dan pembayaran belanja di seluruh dunia melalui jaringan ATM Bank Muamalat dan ATM yang berkerja sama dengan Bank Muamalat.

Selain itu, tabungan ini juga menawarkan berbagai bonus dan hadiahnya, suvenir eksklusif berupa perlengkapan haji dan nasabah berkesempatan mendapat hadiah umrah bebas biaya (program Rezeki Haji Berkah).

Syarat dan Akad

Produk #AyoHijrah Bank Muamalat

Tabungan iB Hijrah Rencana

Tabungan iB Hijrah Rencana adalah solusi perencanaan keuangan yang tepat untuk mewujudkan rencana dan impian di masa depan dengan lebih baik sesuai prinsip syariah.

Dengan setoran bulanan yang ringan, nasabah bisa leluasa merencana pendidikan, pernikahan, perjalanan ibadah/wisata, uang muka rumah/kendaraan, berkurban saat Idul Adha, perpanjangan STNK/pajak kendaraan, persiapan pensiun/hari tua, serta rencana atau impian lainnya.

Syarat dan Akad

Produk #AyoHijrah Bank Muamalat

Tabungan iB Hijrah Prima

Tabungan iB Hijrah Prima adalah tabungan untuk memenuhi kebutuhan transaksi bisnis sekaligus investasi dengan aman dan menguntungkan. Tabungan iB Muamalat Prima dilengkapi dengan fasilitas Shar-E Debit Gold yang dapat digunakan di seluruh Jaringan Visa.

Tabungan iB Muamalat Prima dilengkapi dengan nisbah bagi hasil yang kompetitif dan fasilitas bebas biaya* realtime transfer, bebas biaya SKN dan RTGS. Nikmati fasilitas khusus berupa bebas biaya airport lounge* untuk memenuhi kebutuhan perjalanan.

Syarat dan Akad

Produk #AyoHijrah Bank Muamalat

Deposito iB Hijrah

Deposito syariah dalam mata uang Rupiah dan US Dollar yang fleksibel dan memberikan hasil investasi yang optimal.

Keuntungan Deposito ini adalah bagi hasil yang optimal, fleksibel dengan pilihan jangka waktu sesuai kebutuhan yaitu 1, 3,6 atau 12 bulan dan bisa dijadikan jaminan pembiayaan jika dibutuhkan

Syarat dan Akad

Produk #AyoHijrah Bank Muamalat

Giro iB Hijrah (Attijary & Ultima)

Produk giro berbasis akad wadiah yang memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam bertransaksi. Merupakan sarana untuk memenuhi kebutuhan transaksi bisnis Nasabah Non-perorangan yang didukung oleh fasilitas Cash Management.

Beberapa keuntungan adalah tersedia dalam 3 jenis mata uang : IDR,USD, dan SGD, fleksibel, ada fasilitas E-Muamalat untuk melayani segala keperluan transaksi selama 24 jam, dan dilengkapi Kartu Share E Debit yang bisa digunakan untuk transaksi di seluruh dunia (untuk nasabah perorangan)

Syarat dan Akad

Produk #AyoHijrah Bank Muamalat

Pembiayaan Rumah iB Hijrah
Angsuran Super Ringan
dan Fix and Fix

Masih dalam proses pengajuan kepada Regulator/OJK

#AyoHijrah

Kemudahan Transaksi Dalam Genggaman

Bagi saya kebutuhan perbankan memang tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan sehari-hari. Saya membutuhkannya untuk berbagai keperluan
transaksi keuangan.

Setelah saya hijrah dan memiliki rekening di Bank Muamalat yakni rekening Tabungan iB Hijrah dengan akad Wadi’ah Yad Dhamanah, saya langsung mengaktifkan fasilitas Muamalat Mobile Banking.

Saya suka dengan interfacenya yang responsif dengan menu navigasi yang simpel. Pantas saja kalau aplikasi Mobile Banking Bank Muamalat ini mendapatkan pernghargaan sebagai Mobile Application Best Choice Award dari Infobrand pada tahun 2018 lalu. 

Mobile banking Bank Muamalat ini sangat memudahkan saya dalam melakukan berbagai transaksi keuangan mulai transfer, pembayaran tagihan rutin bulanan seperti tagihan listrik, internet, belanja online hingga top up pulsa telepon dan sebagainya.

Untuk keperluan yang sangat sederhana seperti top up pulsa telpon, misalnya. Top up pulsa telpon menggunakan aplikasi Mobile Banking Bank Muamalat itu mengasikkan. 

 

Selain mudah karena hanya menggunakan beberapa langkah saja, pulsa juga cepat diterima tanpa kendala.

Walaupun nampak sepele namun ini penting bagi saya untuk menjaga komunikasi dengan anak saya yang bersekolah di tengah kota Yogyakarta dan pulangnya kadang hingga jam 20.00 WIB.

Satu hal yang paling saya suka dari fasilitas Mobile Banking Bank Muamalat ini  adalah sistem proteksinya yang kuat. 

Selain user harus login menggunakan password, setiap transaksi juga diamankan dengan sistem TIN (Transaction Identification Numbar) acak setiap traksaksi.

Yang pasti, menggunakan layanan Bank Muamalat itu memberikan rasa aman, nyaman dan mudah serta terhindar dari riba yang diancam oleh Allah dengan Api Neraka.

Insya Allah.

sc03
sc02
sc01
#AyoHIjrah
Home
Transfer
Pembayaran
Top up
#ayoHijrah

Harus Berakhir

Segala hal memang harus berakhir. Seperti Ramadan yang selalu berakhir dengan lebaran, seperti kering kemarau yang terhapus dengan hujan. Begitu pula dengan artikel in.

Terima kasih telah membaca sebagian kecil pengalaman hijrah saya ini. Pengalaman bagaimana saya berani memutuskan untuk berhenti menggenggam dunia yang besar, dunia yang nyaris menjerumuskan saya ke lembah kehinaan.

Pengalaman bagaimana saya bertahan hidup setelah resign, mengalami kegagalan demi kegagalan dan bangkit lagi hingga saat ini serta pengalaman bagaimana akhirnya saya berhijrah dari layanan perbankan konvensional yang penuh riba ke bank syariah yakni Bank Muamalat Indonesia.

Tak ada maksud apa pun dalam diri saya selain hanya ingin menggapai kehidupan yang lebih baik dan diridai Allah untuk keselamatan dunia dan akhirat.

Harapan saya tulisan ini bermanfaat bagi siapa saja, lebih-lebih bagi yang masih belum berhijrah untuk segera memulai, melengkapi kemudian menyempurnakannya sekarang juga.

Percayalah bahwa apapun alasannya, hidup di jalan agama itu nikmat dan damai. Jangan  takut tak bisa makan karena Allah menyediakan rejeki yang kita butuhkan serta memberikan pertolongan dari arah yang tak disangka-sangka.

Ya. Allah akan menyediakan apa yang kita butuhkan, bukan yang kita kehendaki. Allah mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk bagi kita dan tak pernah salah memilihkan jalan kehidupan bagi hambanya.

#AyoHijrah untuk kehidupan yang lebih baik dan berkah bersama Bank Muamalat Indonesia. Saya telah memulainya, kini giliran anda.

on the top
Logo Bank Muamalat

Bank pertama murni syariah di Indonesia

Disclaimer : Foto, Ilustrasi dan tangkapan layar adalah properti penulis sedangkan foto yang berkaitan dengan gerakan #AyoHijrah adalah milik Bank Muamalat Indonesia dan sumber-sumber terkait yang memberitakan gerakan ini.

Pin It on Pinterest