Lelaki Dekil Perindu Ka’bah

Lelaki Dekil Yang Merindukan Kabah – Ada tiga tempat di dunia ini yang selalu saya rindu yakni masjid Al-Aqso di Yerusalem, Masjid Nabawi di Madinah dan Ka’bah yang berada di Mekah Al Mukaromah.

Ketiga tempat tersebut dimuliakan Allah SWT dan mempunyai makna mendasar untuk keimanan umat muslim di seluruh dunia.

Masjid Al-Aqso misalnya, ini adalah tempat di bumi yang dijadikan pijakan Rasulullah saat Mi’raj ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah sholat langsung dari Allah SWT.

Sedangkan masjid Nabawi adalah masjid penutup para nabi yang memiliki berbagai keutamaan bagi yang mengunjiungi dan sholat di dalamnya, serta kompleks di mana junjungan saya Rasulullah Muhammad SAW dimakamkan. 

Begitu pula dengan Ka’bah. Kiblat sholat orang mukmin seluruh dunia ini adalah tempat suci dan mulia di mana Allah SWT sendiri telah memerintahkan hambanya untuk mendatanginya baik dengan berhaji maupun umroh.

Ya, menziarahi Ka’bah Baitullah menjadi kerinduan hampir seluruh umat muslim. Begitu pula saya. Kerinduan saya dengan Ka’bah bukan kerinduan biasa. Saya rindu serindu-rindunya seperti kemarau yang menati hujan, seperti bintang-bintang yang menunggu malam.

Namun saya tidak tahu, apakah ketika Nabi Ibrahim diperintahkan Allah menyeru kepada seluruh umat manusia untuk mendatangi Ka’bah ruh saya yang masih dalam genggaman-Nya ikut menjawab “ya” atau “tidak”.

Nikmatnya Melihat Ka’bah dari Dekat

Melihat Ka’bah dari dekat adalah kenikmatan yang luar biasa. Itulah kenapa hamba Allah yang telah diberi kesempatan umroh dan haji sekali, mereka selalu berharap untuk bisa kembali lagi.

Tak ada duka dan rasa sedih di sana. Yang ada hanyalah haru biru kebahagiaan karena berada di tempat yang dimuliakan Allah dan penuh berkah.

Tak ada rasa malas melangkahkan kaki untuk sholat wajib dan sunah di masjidil haram yang dilipatgandakan pahala sholatnya hingga 10.000 kali dibanding sholat di masjid lain.

Begitu pula, tak ada juga rasa lelah dan haus saat mentartil Al-Quran hingg berlinang air mata karena di setiap tempat tersedia air zam-zam yang segar dan penuh berkah.

Kenikmatan-kenikmatan itu semakin lengkap dengan berkunjungan dan melakukan sholat dua rakaat di Raudhah atau taman surga.

Raudhah adalah tempat mustajab untuk berdoa yang berada di di komplek masjid Nabawi Madinah, di mana terdapat juga makam kekasih Allah, Rasulullah Muhammad SAW.

Tentu saja kenikmatan Itu hanya sebagian kecil yang bisa diceritakan. Walaupun demikian, kenikmatan bahkan sudah membuat mereka lupa dengan apa yang ditinggalkan di rumah dan enggan untuk pulang.

Begitu yang dirasakan oleh istri saya yang atas ijin Allah SWT bisa umroh gratis pada November 2018 lalu setelah memenangkan hadiah kontes yang diadakan oleh sebuah perusahaan nasional.

Hadiah ini menjadi anugerah Allah SWT yang tak dibayangkan sebelumnya. Secara logika keberangkatan umroh istri belumlah memungkinkan mengingat kondisi keuangan keluarga yang amburadul pasca kelahiran presbo (premateur) anak ketiga saya yang harus cesar serta menjalani perawatan rumah sakit hampir satu bulan lamanya.

Namun benar kata guru ngaji saya bahwa Allah akan memampukan siapapun yang dipanggil-Nya bukan memanggil siapa yang mampu, dan Itu terbukti.

Pengalaman istri saya 9 hari umroh ini membuat saya semakin rindu dan tak berhenti berharap bisa ke sana suatu saat kelak. In Sha Allah.

Umroh Impian Lelaki Dekil

Bila suatu ketika saya diijinkan Allah untuk umroh ke Baitullah, maka yang menjadi impian saya adalah paket umroh plus Turki. Kenapa ?

Turki adalah negara yang unik karena secara geografis masuk dalam negara-negara Asia sekaligus juga bagian dari negara-negara Eropa yang dipisahkan dengan selat Bosphorus.

Negara dengan 99.8% penduduknya muslim ini kediriannya tidak bisa dipisahkan dari perkembangan Islam di Eropa. 

Kisah penaklukan Konstantinopel oleh Kesultanan Utsmaniyah di bawah pimpinan Mehmed II atau yang dikenal dengan Muhammad al-Fatih telah membekas di benak saya.

Kisah penaklukan ini adalah bisyarah Rasulullah yang tertera pada hadist beliau sebagaimana diriwayatkan oleh Ahmad bin Hanval Al Musnad yang berbunyi.

{

“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” (HR Ahmad bin Hanval Al Musnad).

Di masa kesultanan Utsmaniyah (1452) inilah masa-masa keemasan Islam di Eropa. 

Gereja-gereja peninggalan Bizantium banyak yang diubah menjadi masjid, termasuk Hagia Sophia yang sekarang menjadi museum.

Bila kesampaian Umroh dan jalan-jalan ke Turki, saya ingin sekali mengunjungi dan sholat dua rakaat di Blue Mosque (Masjid Biru atau Masjid Sultan Ahmed) yang berada di Istanbul, Turki.

Selain itu saya juga ingin melihat dari dekat Hagia Sophia atau Aya Sofya yang dulunya Gereja Kristen Kebijaksanaan Suci serta selat Bosphorus.

Yang tak boleh saya lewatkan juga adalah mengunjungi Topkapi Palace yang dahulunya adalah istana tempat tinggal Sultan Ottoman untuk melihat benda-benda peninggalan Rasulullah Rasulullah Muhammad SAW. 

Saya ingin melihat dari dekat pedang Rasulullah, Umar bin Khattab dan pedang Ali bin Abi Thalib yang disimpan di tempat ini serta pelindung kepala yang sudah pecah saat digunakan Rasulullah ketika perang Uhud.

Dan akhirnya saya mungkin tak bisa menahan tangis ketika melihat tapak kaki Rasulullah pada sebuah batu, jenggot dan rambut yang digunting ketika bercukur, surat-surat yang dahulu ditulis di masa Rasulullah serta jubah sederhana penuh tambalan putri Rasulullah, Fatimah, yang juga tersimpan di sini.

{

Allāhumma shalli wa sallim wa bārik ‘alā sayyidinā Muhammadinil Fātihi limā ughliqa, wal khātimi limā sabaqa, wan nāshiril haqqā bil haqqi, wal hādī ilā shirātin mustaqīm (ada yang baca ‘shirātikal mustaqīm’). Shallallāhu ‘alayhi, wa ‘alā ālihī, wa ashhābihī haqqa qadrihī wa miqdārihil ‘azhīm.

Blue Mosque
image by sundaypost.com

Hagia Sophia
image by getyourguide.com

Topkapi Palace
image by arriveturkey.com
Selat Bosphorus
image by getyourguide.com

Terima kasih telah meluangkan waktu membaca artikel ini. Artikel yang ditulis oleh lelaki kampung dari lereng gunung Merapi yang tak pernah berhenti mengharap Ridho-Nya untuk bisa melihat Ka’bah dari dekat baik dengan umroh maupun haji serta mengunjungi Turki suatu saat kelak.

Saya berharap artikel ini bermanfaat, bisa memupuk semangat dan tak berhenti harapan untuk bisa Baitullah serta menambah keimanan kita kepada Allah SWT.

Lebih dari itu, mengingat umroh tidaklah murah, maka perlu persiapan yang baik bukan saja masalah finansial akan tetapi juga tentang biro perjalanan yang akan menghantar kita ke sana.

Lelaki Dekil

Related Post