RESOLUSI TRAVELING 2019

MBOLANG KE LOMBOK

Tak terasa sudah lebih dari dua bulan kita berada di tahun 2019, tahun babi tanah dalam astrologi China dengan misteri yang masih tersimpan di dalamnya.

Seperti kebisaaan tahun-tahun sebelumnya, ketika langit masih berhias warna-warni cahaya kembang api saya pun menengadahkan tangan memanjatkan doa pergantian tahun kepada Tuhan Semesta Alam.

Doa pertama yang saya panjatkan adalah agar saya selalu diberi keimanan, kesehatan, kesabaran dan kekuatan dalam menuntaskan setiap episode kehidupan yang saya jalani, hingga pada masanya nanti jiwa dan raga dipanggil kembali oleh-Nya.

Kedua, saya pun tak lupa memohon agar Tuhan memberi kemudahan dan kelancaran atas segala usaha dan upaya saya di tahun 2019 ini.

Dan yang ketiga, saya memohon agar Tuhan memampukan saya mewujudkan resolusi tahun 2019.

Resolusi-resolusi itu saya ben-tangkan diantara bintang-bintang yang bersinar terang di langit tinggi. Salah satunya adalah Resolusi Traveling ke tempat yang  lama aku inginkan. Kemana ?

Saya ingin mbolang ke pulau seribu masjid alias Lombok, Nusa Tenggara Barat. 

"

Why Lombok ?

Ada Banyak Tempat Seru di Indonesia, Kenapa Lombok ?

Ya. Setiap jengkal tanah yang menyusun kedirian Indonesia memang menawarkan destinasi wisata yang indah dan menarik.

Kalau enggak indah gak mungkin dong Indonesia menempati posisi 9 versi The World Travel & Tourism Council (WTTC), yakni lembaga yang dinilai paling kompeten memberikan penilaian industri travel dan pariwisata dunia.

Dan saya tahu kalau salah satu tempat terindah yang dimiliki Indonesia adalah Lombok.

Saya jadi teringat dengan Wayan, teman sekolah ketika masih di Jawa Timur dulu. Wayan yang asli Bali dan pindah ke Lombok setelah menjadi ASN ini pernah bilang begini, 

“Bro, kalau kamu ingin melihat kepingan kecil surga yang ada di bumi ini, datanglah ke Lombok,” Begitu katanya.

Apa yang terjadi kemudian, sepenggal kalimat yang diucapkan Wayan 11 tahun lalu itu betul-betul mempengaruhi pikiran saya.

Ada sejuta tanya dan rasa penasaran tentang Lombok semenjak itu. Rasa penasaran yang menumbuhkan keinginan yang kuat untuk menjejakkan kaki di kota wisata yang pernah diganjar penghargaan sebagai World best Halal Destination dan World Best Halal Honeymoon Destination pada gelaran World Halal Travel Summit tiga tahun lalu ini.

Saya ingin membuktikan sendiri kata Wayan dan orang-orang dengan mata kepala sendiri bahwa lombok itu….

why Lombok

How to go there?

Gimana ke Lomboknya ?

Dengan banyaknya obyek wisata dan seni budaya yang menarik, saya paham bahwa Mbolang ke Lombok memang gak mungkin bisa puas dalam satu hari.

Bila waktu sangat terbatas karena memanfaatkan waktu liburan yang hanya 4 hari misalnya, yang pasti saya enggak ingin capek diperjalanan.

Jarak Jogja-lombok itu hampir seribu km, tepatnya sekitar 841 km. Kalau naik perjalanan darat bisa sampai 26-30 jam. Nah, kalau waktu liburnya cuman 3 malam, bisa-bisa waktu malah habis di jalan, ya kan ?

Maka, biar waktu gak habis di perjalanan dan bisa menikmati liburan di Lombok lebih lama maka saya lebih tertarik pakai perjalanan udara dibanding darat.

Apalagi ada direct flight dari Adi Sucipto Jogjakarta ke Lombok Praya International dengan estimasi perjalanan hanya 1 jam 20 menit.

Selain itu, kalau saya punya langgaran agen tiket yang selalu kasih harga spesial tanpa harus menunggu promo.

transportasi

What gonna do?

Bermain Air Dan Menuliskan Nama di Pasir Pantai 3 Gili

Saya paham bahwa liburan dengan durasi pendek hanya 3-4 hari memang kudu rapi banget nyusun daftar kunjungan (list to do) yang berisi obyek-obyek wisata mana saja yang akan dikunjungi selama di Lombok.

Ini penting menurut saya agar hemat waktu dan biaya serta mampu memberikan kesan yang seru dan mengasikkan.

Nah, yang pasti masuk dalam list kunjungan saya selama di Lombok adalah “menjadi bule sesaat” dengan leyeh-leyeh, berjemur, snorkeling, diving, berenang, dan menuliskan nama di pasir pantai dan gilinya yang indah sambil menunggu sunset tiba.

Ya. Saya memang penyuka pantai. Saking sukanya, hampir sebagian besar pantai di tanah Jawa pernah saya kunjungi mulai Rajeg Wesi yang berada di ujung Timur Banyuwangi Jawa Timur hingga pantai Swarna di Banten.

Tak kurang ada 11 gili dan pantai di pulau berbentuk huruf Q terbalik horizontal ini. Namun, beberapa yang masuk dalam list saya adalah Gili Trawangan, Gili Merno, Gili Air dan Pantai Sengigi.

Gili Trawangan misalnya, keindahannya telah mencuatkan nama Lombo di dunia. Situs Lonely Planet bahkan mensejajarkannya dengan Belize (negara kepulauan kecil di pesisir timur Amerika Tengah), Pulau Maui (Hawai), Pulau Mljet (Kroasia), Ko Chang (Thailand), Crete (Yunani), Eleuthera (Kepulauan Bahama), Kepulauan Aeolian (Italia), Pulau Mujeres (Meksiko) dan Kepulauan Karibia.

Konon, sejauh mata memandang, kita akan disuguhkan pemandangan yang memesona yakni perpaduan langit biru, air laut berwarna pirus berkilau dan garis pantai berpasir putih yang indah dan seperti tanpa batas.

Image1

Snorkeling & Diving

Menikmati beningnya air gili dan pantai dengan aktifitas Snorkeling dan Diving.

Image1

Leyeh-Leyeh Dipinggir Pantai

Sejenak lupakan hutang dan deadline dengan leyeh-leyeh dan berjemur di bibir pantai yang indah.

Image1

Nikmati Sunset Terindah

Menikmati Sunset paling indah di dunia tak kalah dengan Angkor Wat di Kamboja

Image1

Berburu Kuliner Khas Lombok

Berburu menu kuliner khas Lombok seperti Plecing Kangkung, Ayam Taliwang, Sate Bulayak, Nasi Balap Puyung dan lain sebagainya.

Image1

Naik Cidomo Atau Sewa Sepeda Keliling Gili

‘Gak seru di Lombok kalau tidak naik Cidomo, transportasi wisata khas di daerah ini atau sewa sepeda onthel untuk pengeluaran yang lebih hemat.

Image1

Nonton Film Terbaru Dipinggir Pantai

Saya belum pernah coba yang beginian. Kayaknya perlu dicoba serunya nonton film terbaru ramai-ramai di pinggir pantai.

Image1

Berburu Foto Sunrise

Tak hanya sunset kelas dunia, Lombok juga punya sunset yang menawan. Berburu foto matahari terbit seperti dari balik Gunung Rinjani pasti mengasikkan.

Menikmati Keasrian Desa Sade Lombok

Setelah puas menikmati wisata bahari Lombok di Gili Trawangan, Gili Merno, Gili Air dan Pantai Sengigi, maka list selanjutnya yang mesti terpenuhi adalah mengunjungi Desa Sade Lombok.

Desa ini adalah tempat tinggal dari Suku asli Lombok yakni suku Sasak. Apa yang membuat saya tertarik mengunjungi Desa ini ? 

Teman saya seorang ASN yang tinggal di sana bilang kalau masyarakat di desa ini tinggal di rumah adat yang disebut Bale Tani dan masih menjaga tradisi adat istiadat dan hidup dekat dengan alam meski terletak persis di samping jalan raya beraspal. 

Uniknya bangunan tempat tinggal masyarakat Desa Sade Lombok semuanya berbahan dasar alam. Dindingnya saja berupa anyaman bambu dengan atapnya terbuat dari ilalang sedangkan lantainya beralaskan tanah liat dilapisi dengan kotoran kerbau.

Keunikan lain, pintu rumah adat Desa Sade Lombok ini dibuat rendah agar setiap tamu yang datang menghormati pemilik rumah, ruangan depan atau bale luar adalah untuk menerima tamu dan sebagai tempat tidur laki-laki sedangkan bale dalam diperuntukkan tempat tidur wanita dan sebagai tempat melahirkan.

Untuk mencapai bale dalam, tamu harus menaiki 3 anak tangga yang mencerminkan kehidupan, yaitu, dilahirkan, berkembang, dan meninggal.

Ah, ini yang menarik dan bikin penasaran saya. Rasanya gak puas kalau gak mengunjungi dan menyaksikan sendiri keunikan Desa Sade Lombok ini.

Image1

Sade adalah salah satu dusun di desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah.

Image1
Dusun ini dikenal sebagai dusun yang mempertahankan adat suku Sasak.
Image1
Dusun ini dihuni oleh 150 kepala keluarga dengan total warga 700 orang.
Image1
Desa Sade menyuguhkan suasana perkampungan khas Lombok dengan bangunan rumah yang sangat tradisional.
Image1
Atap rumah masih terbuat dari ijuk, tembok dari anyaman bambu, dan langsung beralaskan tanah.
Image1
Para perempuan suku sasak pandai menenun kain dengan motif tradisional khas masyarakat Sasak. Perempuan di dusun Sade tidak boleh menikah sebelum bisa menenun.

Menikmati Keheningan Hutan Lindung Sesaot Yang Punya 40 Mata Air dan Daya Penyembuh

 

Melengkapi keseruan mbolang ke Lombok, maka obyek wisata yang wajib ada dalam list kunjungan saya adalah menikmati keheningan Hutan lindung Sesaot.

Wisata hutan ini terdapat Desa Sesaot, sekitar 5 km sebelah Utara Suranadi Kecamatan Narmada Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Kawasan hutan lindung Sesaot mempunyai luas sekitar 5.999,2 hektar dengan 5.935 hektarnya merupakan hutan lindung dan sisanya termasuk hutan kawasan wisata.

Kondisi hutan yang masih sangat alami jauh dari hiruk pikuk keramaian kota membuat hutan lindung Sesaot ini sangat hening dan menjadi tempat yang pas untuk melepas lelah.

Yang menarik, di dalam kawasan hutan terdapat lebih dari 40 sumber mata air dari guning Rinjani yang mengalir ke beberapa sungai di kota Mataram dan Lombok. Sungai Sesaot adalah satu di antaranya.

Mata air di hutan lindung Sesaot ini konon dianggap sebagai salah satu air suci dan mampu menyembuhkan karena airnya berasal dari Gunung Rinjani yang menjadi tempat bermukimnya para dewa.

Di tengah-tengah Sesaot ini terdapat sungai Aiq Nyet dengan batu kali yang besar-besar dan airnya tak pernah kering walaupun dalam kondisi kemarau yang panjang.

Image1
Di dalam kawasan hutan terdapat lebih dari 40 sumber mata air yang mengalir ke beberapa sungai di kota Mataram dan Lombok.
Image1
Di antara hamparan pepohonan yang menjulang tinggi terdapat Kokok Aiq Nyet. Kokok berarti sungai, Aiq diartikan air, dan Nyet adalah dingin.
Image1

Masyarakat setempat percaya air sungai ini mampu menyembuhkan penyakit kulit.

where to stay ?

Menginap di mana ?

Selama mbolang ke Lombok yang pasti saya akan menginap di penginapan yang tidak terlalu jauh dari Bandara, pusat keramaian dan yang terjangkau oleh anggaran.

Yang penting bagi saya penginapan tersebut bersih, transportasi mudah, mempunyai fasilitas wifi dan harga terjangkau kantong.

Memang tak sulit mencari penginapan seperti yang saya mau di Lombok, terlebih karena saya menggunakan aplikasi RedDoorz.

Nah, diantara beberapa rekomendasi penginapan murah yang ditawarkan oleh aplikasi ini, saya berencana menginap di RedDoorz Plus @ Pejanggik Mataram.

RedDoorz Plus @ pejanggik Mataram ini hanya berjarak 34,8 km dari bandara dan dapat diakses mudah dengan taksi.

Selain itu, penginapan ini dekat dengan lokasi-lokasi publik lainnya seperti Mataram Mall (1.6 km), Rumah Makan Kania (2.7 km), Lombok Epicentrum Mall (2.7 km), Pasar Pagesangan (3.3 km), Lesehan Taliwang Irama (2.6 m), Taman Mayura (2.5 km), dan Sop Buntut Istana Rasa (1.8 km).

Why Reddoorz ?

Kenapa Saya Pilih Pakai RedDoorz ?

Untuk traveling saya membutuhkaan penginapan yang aman, nyaman, fasilitas yang lengkap dan memberikan garansi harga terbaik dan terjangkau.

Itu semua hanya bisa didapatkan bila menggunakan RedDoorz. Kenapa ?

Ya, karena RedDoorz BUKAN Online Travel Agent (OTA) atau jasa Hotel Aggregator. RedDoorz menyediakan kamar hotel dan penginapan berkualitas karena mengontrol ketersediaan dan kelengkapan fasilitas yang dimiliki penginapan setiap harinya, selayaknya jaringan hotel dalam bentuk Digital (Asset Light Hotel Chain).

Selain itu, RedDoorz yang merupakan jaringan penginapan/hotel budget online terbesar dan dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara dengan lebih dari 500 properti dan telah direkomendasikan oleh jutaan orang.

Sebagai yang terbesar, RedDoorz memberikan garansi-garansi kepuasan kepada pengguna-penggunanya.

3 (tiga) hal berikut diantaranya,

Z

Kualitas Hotel Terjamin dengan 6 Garansi RedDoorz

Seluruh kamar penginapan / hotel RedDoorz memiliki standart dengan kualitas terjamin di semua tempat dengan 6 guarantee service dari RedDoorz seperti, linen bersih, kamar mandi bersih, perlengkapan mandi, televisi, air mineral dan WI-FI gratis.

Harga Terjangkau dan Transparan

Harga RedDoorz tak terkalahkan untuk kualitas yang diberikan. Selain itu harga yang diberikan RedDoorz pun jujur dan transparan oleh karenanya tak ada biaya tersembunyi yang dibebankan kepada pelanggan baik sebelum maupun sesudahnya

Booking Mudah dan Realtime

Booking kamar hotel / penginapan di RedDoorz sangat mudah dan realtime. Bahkan, pelanggan bisa mendapatkan RedCash hingga 40% dari setiap booking yang dilakukan. Selain itu RedDoorz menyediakan pembayaran di hotel.

Kota di Indonesia

Kota di Philipina, Singapura & Vietnam

Happy Customers

player

Some Hopes

Harapan

Kalau tidak ada aral melintang, planning mbolang ke Lombok adalah bulan April atau sebelum bulan puasa (Romadhon) tahun ini.

Ada banyak harapan atas tercapainya resolusi traveling tahun 2019 ini. Selain sebagai upaya untuk relaksasi atas kesibukan harian yang seolah tak ada hentinya, mbolang ke Lombok juga saya maksud untuk mencari ide segar untuk jurnal online saya.

Jurnal online ini selanjutnya akan memperkaya pengetahuan tentang pariwisata Indonesia sebagai upaya saya mendukung program kepariwisataan nasional menuju pariwisata 4.0.

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga bermanfaat.

Lombok, I’m coming !

Logo Reddoorz
RedDoorz adalah jaringan hotel dengan pertumbuhan tercepat dengan lebih dari 500 properti yang tersebar di Asia Tenggara.
Referensi Tulisan : @kumparantravel – travel.tribunnews.com – dispar.lombokbaratkab.go.id – blog.reddoorz.com

Pin It on Pinterest