Tukang Tambal Ban Yang Merindukan Ka’bah

Bagi kaum muslimin, Ka’bah memang tempat yang selalu dirindu. Mereka yang telah mengunjungi sekali selalu berharap untuk bisa kembali lagi dan lagi.

Ya. Siapa pun akan merindukan Ka’bah, tak kecuali dengan Pak Ngadino. Pria berumur 47 tahun yang berprofesi sebagai penambal ban dan pencari rumput ini pun tak pernah berhenti berdo’a dan berharap bisa melihat Ka’bah dari dekat.

Kerinduannya memang bukan kerinduan biasa sampai-sampai beliau memajang gambar Ka’bah di dinding bengkelnya yang sudah miring seperti mau roboh.

Dulu awalnya saya pikir bahwa gambar Ka’bah tersebut hanyalah sekadar pajangan semata sebelum akhirnya beliau menjelaskan sendiri apa maksudnya.

“Sebagai penyemangat kerja, Mas. Jujur, itulah satu-satunya tempat yang ingin saya kunjungi sebelum saya kembali keharibaan-Nya.” Kata pria yang pernah menjadi Takmir Masjid At-Taqwa Kodirojo ini.

Pak Ngadino

Bengkel Tambal Ban Pak Ngadino

Jl.Kadirojo 2, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta
(Utara Resto Pesawat Terbang)
– 
Istimewa –

Bengkel Pak Ngadino 2
Bengkel Pak Ngadino 3

Menyisihkan Rupiah Demi Rupiah

Mengunjungi Ka’bah (umroh) memang tidak murah. Untuk paket termurah saja setidaknya mesti membutuhkan dana 20 jutaan. Itu pun belum termasuk uang saku dan ubo rampenya.

Namun asa Pak Ngadino untuk melihat Ka’bah dari dekat memang luar biasa. 

Beliau pernah bercerita kepada saya dengan mata berkaca-kaca bahwa walaupun penghasilannya tak menentu, beliau tetap berupaya menyisihkan rupiah demi rupiah ke dalam kaleng bekas kemasan olie motor untuk mewujudkannya.

Namun beliau juga mengakui sendiri kalau uang yang terkumpul sering kali terpaksa harus diambil lagi untuk memenuhi kebutuhan hidup istri dan seorang anaknya.

“Yah begitulah, Mas. Mau bagaimana lagi. Kebutuhan perut tak pernah bisa menunggu. Yang penting saya diberi kesehatan untuk memulainya lagi”  Kata laki-laki yang tak pernah kehilangan senyuman ini.

Inggih, pak. Niat baik ada kalanya diuji Allah lebih dulu. Jadi memang kudu bersabar.” Kata saya memberi semangat.

Saya tidak berpura-pura memberi semangat dan membesarkan hati beliau. Hal itu saya maksudkan untuk menasehati diri sendiri. Saya memang tak pernah bercerita bahwa apa yang beliau alami saya pun mengalaminya juga, tak jauh beda. 

Nah, selain usaha lahir yang pantang menyerah, untuk memperkuat asa tersebut beliau sangat antusias mengunjungi tetangga dan kerabat yang hendak berangkat haji atau umroh.

Selain beliau maksudkan untuk menjalin silaturahmi, secara khusus beliau juga minta untuk didoakan agar bisa menyusulnya kelak.

Begitulah penuturan beliau.

 

Sosok Sederhana, Pekerja Keras dan Ringan Tangan

Pak Ngadino memang bukan siapa-siapa, setidaknya bagi orang yang belum mengenal beliau. Namun di mata saya dan lingkungan sekitar, beliau adalah sosok yang sangat menginspirasi dan patut dijadikan suri tauladan.

Siapa pun yang bergaul dengannya pasti akan terkesan. Bukan hanya tentang betapa beliau adalah seorang pekerja keras agar dapur selalu ngebul, tetapi juga pada pribadinya menyenangkan.

Kesederhanaan hidup yang menjadi pilihan beliau telah menempanya menjadi pribadi pandai bersyukur, dermawan dan ringan tangan yang dibungkus dengan kehalusan budi bahasa dan keramahan.

Beliau tak segan menyediakan waktu dan tenaganya untuk membantu orang lain yang membutuhkan, bahkan tanpa harus diminta sekalipun.

“Ada hak orang lain dalam diri saya yang harus saya tunaikan, Mas.”  Begitu kata beliau.

Teringat oleh saya beberapa bulan lalu ketika saya membutuhkan bantuan untuk mengganti beberapa genting rumah yang pecah. Beliau langsung mengiyakan bahkan tanpa mau menerima upah karena mengganggap hal tersebut adalah hal yang sangat ringan.

Saya juga sering melihat sendiri bahwa beliau tak pernah meminta bayaran atau upah dari anak-anak sekolah yang meminta untuk menambah angin roda sepedanya.

Bila ada rejeki lebih, tanpa ingin orang lain tahu beliau selalu memesan beberapa nasi bungkus yang ditaruhnya di masjid untuk jamaah sholat jum’at. Apa yang dilakukan Pak Ngadino ini bahkan menjadi inspirasi saya untuk melakukan hal serupa.

Satu hal lagi yang saya kagumi dari beliau adalah keakrabannya dengan Al-Qur’an. Ketika orang-orang sibuk dengan gadgetnya, beliau lebih senang membaca Al-Qur’an di setiap kesempatan. Saya bisa mengatakan begitu karena saya melihatnya sendiri setiap kali saya lewat di depan bengkelnya.

 

#Berlipatnyaberkah Untuk Pak Ngadino

Pak Ngadino dan Istri

Ya. Pak Ngadino memang hanya seorang penambal ban dan pencari rumput, namun ada banyak hal menarik dari beliau yang inspiratif. Saya mengakui kalau saya pun banyak belajar dari beliau.

Prinsip beliau sangatlah sederhana bahwa keberkahan dan kebahagiaan hidup berawal dari kebermanfaatan bagi orang lain. Bisa jadi, Pak Ngadino adalah bagian sedikit orang yang tetap memegang teguh prinsip tersebut di mana dalam kontek kekinian sudah semakin terkikis.

Sikap optimisnya pun tak kendur walaupun beliau tahu banyak impian dan keinginannya sangat sulit untuk digapai secara kasat mata karena keterbatasannya.

Ya. Beliau memang bukan siapa-siapa, hanya orang kecil yang hidup dengan impian-impiannya. Namun, beliau berhak bahagia dengan impiannya itu.

Menurut saya, beliau adalah sosok yang tepat untuk mendapatkan salah satu paket berkah umroh dalam program #berlipatnyaberkah yakni program berbagi kebaikan Allianz yang saya ketahui konsisten mewujudkan impian orang-orang kecil seperti beliau yang “mewakafkan” hidupnya atas nama kebermanfaatan.

Asuransi Wakaf dari AlliSya Protection Plus : Awal Berlipatnya Berkah

Bergaul dengan Pak Ngadino telah memberi banyak arti dalam hidup saya. Prinsip hidup yang mengedepankan keberkahan dan kebermanfaatan selaras dengan Allianz sebagai salah satu pelopor Asuransi Syariah di Indonesia dengan berbagai produk unggulannya.

Masyarakat memang telah akrab dengan Allisya Protection Plus, salah satu produk asuransi unit link Allianz dengan dua manfaat yakni proteksi jiwa seumur hidup sekaligus investasi berbasis syariah.

Kini AlliSya Protection Plus mempunyai fitur menarik yang disebut fitur wakaf atau Asuransi Wakaf.

Hadirnya fitur ini memberikan pemahaman baru bagi masyarakat bahwa sesungguhnya wakaf tidak hanya berupa tanah dan bangunan saja tetapi bisa juga disalurkan dalam bentuk benda bergerak dan cashless.

Bagi nasabah, Fitur Wakaf AlliSya Protection Plus ini selain tetap memberikan manfaat proteksi juga memberi berkesempatan seluas-luasnya mendapatkan berlimpahnya berkah wakaf yang tak terputus hingga akhirat dari polis yang dimilikinya.

Fitur Wakaf Allianz ini bekerja berdasarkan prinsip syariah Islam serta dikelola oleh Bazir (lembaga pengelola Wakaf) yang terdaftar dalam Badan Wakaf Indonesia (BWI) seperti Wakaf Al-Azhar, Dompet Dhuafa,  Rumah Wakaf serta iWakaf.

Keunggulan

Fitur Wakaf dalam Polis AlliSya Protection Plus

2 Manfaat Dalam Polis

YANG DAPAT DIWAKAFKAN SAAT
PIHAK YANG DIASURANSIKAN MENINGGAL DUNIA

Icon 1

%

Maksimum Nilai Wakaf

Dari Total Nilai :

  1. Santunan Asuransi Jiwa Dasar
  2. Santunan Asuransi Tambahan
    (rider ADDB & Term Life,
    apabila ada).
Icon 2

%

Maksimum Nilai Wakaf

Dari Total Nilai :

  1. Potensi Nilai Dana Investasi*
Dan / Atau

Terima kasih telah membaca tulisan yang saya beri judul  Tukang Tambal Ban Yang Merindukan Ka’bah ini.

Tulisan ini saya dedikasi untuk seseorang yang telah mewakafkan hidupnya atas nama kebermanfaat. Seseorang dengan impian ingin melihat Ka’bah dari dekat, Pak Ngadino.

Semoga bermanfaat dan membantu kita lebih bersyukur atas apa yang telah Allah berikan.

Logo Allianz

Tunggu Dulu, Teman.

Mohon Kerendahan Hati Teman-teman

Artikel Saya di Writing-contest.bisnis.com

UNTUK BANTU NGE-VOTE

MASIH ADA YANG KURANG, NIH !

Vote Artikel &Thanks